HARIAN NEGERI, Jakarta - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi DKI Jakarta menggelar peringatan Hari Kesiapsiagaan Bencana (HKB) 2026 di kawasan Bundaran Hotel Indonesia (HI), Jakarta Pusat. Acara ini mengusung tema "Bersatu dalam Siaga, Tangguh Menghadapi Bencana" dengan tagline #SiapUntukSelamat.

Kegiatan ini berlangsung bersamaan dengan Hari Bebas Kendaraan Bermotor (HBKB) dan dihadiri oleh ratusan peserta, termasuk pelajar dan relawan. Sekretaris Pelaksana BPBD DKI Jakarta, Marulitua Sijabat, menekankan bahwa penanggulangan bencana adalah tanggung jawab bersama seluruh elemen masyarakat.

Jakarta, sebagai ibu kota dan pusat aktivitas nasional, memiliki potensi risiko bencana yang tinggi, seperti banjir, kebakaran, dan gempa bumi. Marulitua menyatakan pentingnya kesiapsiagaan yang sistematis dan berkelanjutan, serta kolaborasi antara semua pemangku kepentingan untuk menghadapi bencana.

Peringatan HKB 2026 ini juga dipantau secara serentak di seluruh Indonesia, dengan pusat kegiatan di Provinsi Aceh. Di Jakarta, simbolisasi komitmen kesiapsiagaan dilakukan melalui pemukulan kentongan dan penyalaan sirene bersama masyarakat.

Marulitua meminta agar kolaborasi dalam penanggulangan bencana terus diperluas dan setiap kegiatan kebencanaan memiliki tindak lanjut yang nyata. Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD DKI Jakarta, Parulian Tampubolon, menambahkan bahwa kegiatan ini melibatkan belasan organisasi perangkat daerah (OPD) dan 22 lembaga serta mitra kebencanaan.

Rangkaian acara mencakup kampanye, sosialisasi, edukasi mitigasi, dan aktivitas interaktif seperti permainan kebencanaan. Salah satu daya tarik utama adalah mobil simulator gempa bumi yang dapat dicoba oleh masyarakat, termasuk anak-anak, di sekitar panggung Bundaran HI.

Aktivitas interaktif ini dirancang untuk meningkatkan pemahaman masyarakat tentang kesiapsiagaan bencana secara sederhana dan aplikatif, sehingga pesan tersebut dapat diterima dengan lebih efektif oleh seluruh lapisan masyarakat.