HARIAN NEGERI -

Presiden Prabowo Subianto menerima laporan dari Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Rosan Roeslani mengenai capaian realisasi investasi pada kuartal pertama tahun 2026. Dalam laporannya, Rosan menyampaikan bahwa realisasi investasi mencapai Rp498,79 triliun, melebihi target yang ditetapkan sebesar Rp497 triliun.Rosan mengungkapkan bahwa angka ini mencerminkan peningkatan 7,22 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Penyerapan tenaga kerja juga menunjukkan angka positif, dengan 706.569 orang terserap, meningkat 18,93 persen year on year.Komposisi investasi menunjukkan keseimbangan antara penanaman modal dalam negeri dan asing, di mana investasi asing mencapai Rp249,94 triliun.

Distribusi investasi juga relatif merata, dengan 50,37 persen di luar Jawa dan 49,63 persen di Jawa.Rosan menegaskan bahwa minat investor asing terhadap Indonesia tetap tinggi meskipun ada ketidakpastian geopolitik dan geokonomi. Ia menyatakan bahwa investasi yang masuk sesuai dengan rencana, dengan peningkatan yang signifikan.Lebih lanjut, Rosan menjelaskan tren investasi nasional dalam jangka panjang, dengan total investasi diperkirakan mencapai sekitar Rp9.100 triliun untuk periode 2014–2024. Target investasi untuk periode 2025–2029 diperkirakan meningkat menjadi lebih dari Rp13.000 triliun.Sektor yang mendominasi investasi adalah industri logam dasar, termasuk smelter, diikuti oleh sektor jasa, pertambangan, perumahan kawasan industri, transportasi, gudang, dan telekomunikasi.

Capaian ini menunjukkan bahwa Indonesia mampu menjaga stabilitas investasi dan mempercepat transformasi ekonomi berbasis nilai tambah.Di tengah ketidakpastian global, Indonesia tampil sebagai destinasi investasi yang resilien, inklusif, dan semakin kompetitif.