HARIAN NEGERI -
Langkah kaki para siswa SMA Taruna Nusantara dari kampus Magelang, Cimahi, dan Malang pagi ini pada , terasa berbeda. Di bawah langit Jakarta yang cerah, mereka memasuki kawasan Istana Kepresidenan Jakarta, tempat yang selama ini hanya mereka kenal dari buku sejarah dan layar televisi.
Melalui program "Istana untuk Anak Sekolah" yang digagas Presiden Prabowo Subianto, para pelajar diajak merasakan langsung pusat pemerintahan, sekaligus mempelajari jejak panjang perjalanan bangsa.
Di dalam kompleks istana, para siswa diajak berkeliling mengenal sejarah bangsa sekaligus memahami sistem pemerintahan Indonesia secara lebih dekat.
Mereka tidak hanya mendengar penjelasan, tetapi juga menyaksikan langsung ruang-ruang yang selama ini menjadi saksi pengambilan keputusan penting negara. Dari Istana Merdeka hingga Istana Negara, setiap sudut menghadirkan cerita tentang kepemimpinan, tanggung jawab, dan pengabdian.
Di ruang-ruang inilah para pemimpin dunia disambut, perjanjian ditandatangani, dan arah masa depan bangsa dirumuskan. Bagi para siswa, pengalaman ini menjadi lebih dari sekadar kunjungan, tapi menjelma menjadi jendela imajinasi tentang masa depan yang mungkin mereka raih.
Dalam sambutannya, Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi, menyampaikan bahwa Presiden Prabowo meyakini kunci kemajuan bangsa terletak pada kualitas sumber daya manusia dan pendidikan.
Mensesneg juga menekankan pentingnya kesadaran akan konsekuensi dalam meraih cita-cita.
"Kau pengen kimia 10 nilainya atau 100 ya kau harus sadar, harus belajar, enggak bisa enggak belajar. Apapun kau mau masuk TNI, mau masuk Polri, ya kau harus sadar dengan konsekuensinya.
Ya harus belajar, ya harus kuat Lari, kau pelajari itu syarat atau tesnya," kata Mensesneg.
Lebih jauh, Mensesneg menyampaikan bahwa para siswa adalah generasi terpilih yang memiliki tanggung jawab besar terhadap bangsa.


Komentar