HARIAN NEGERI, Gilimanuk – PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) kembali mengoperasikan kapal berkapasitas besar, KMP Portlink VII, untuk membantu mengurai kepadatan kendaraan dan penumpang di lintasan penyeberangan Selat Bali yang menghubungkan Pelabuhan Ketapang dan Pelabuhan Gilimanuk.

Langkah ini dilakukan di tengah meningkatnya mobilitas kendaraan menjelang perayaan Hari Raya Nyepi, yang mendorong lonjakan arus penyeberangan di salah satu jalur tersibuk di Indonesia tersebut.

Corporate Secretary PT ASDP Indonesia Ferry (Persero), Windy Andale, mengatakan pengoperasian kembali kapal ini merupakan bagian dari upaya optimalisasi armada guna menjaga kelancaran layanan penyeberangan.

“Dengan kapasitas angkut yang besar, KMP Portlink VII dapat membantu mempercepat pergerakan kendaraan dan penumpang sehingga diharapkan mampu mengurangi antrean serta menjaga kelancaran arus penyeberangan di Pelabuhan Gilimanuk,” ujar Windy.

KMP Portlink VII memiliki kapasitas hingga sekitar 600 penumpang dalam satu perjalanan. Kapal ini juga mampu mengangkut kombinasi kendaraan sekitar 30 unit truk serta 100 kendaraan kecil dalam satu kali penyeberangan.

Sebelum kembali beroperasi, kapal tersebut telah menjalani proses perbaikan dan pengecatan ulang setelah sebelumnya mengalami insiden kebakaran. Kapal kemudian melalui uji pelayaran (sea trial) untuk memastikan seluruh sistem, termasuk mesin dan navigasi, berfungsi optimal serta memenuhi standar keselamatan pelayaran.

Berdasarkan hasil pengujian tersebut, kapal dinyatakan layak beroperasi dan dijadwalkan mulai melayani penyeberangan pada Sabtu (14/3) pukul 13.00 WIB di lintasan Ketapang–Gilimanuk.

Trafik Meningkat Jelang Nyepi

Pergerakan kendaraan menuju Pelabuhan Gilimanuk yang akan menyeberang ke Pelabuhan Ketapang mulai meningkat dalam beberapa hari terakhir. Lonjakan ini dipicu meningkatnya mobilitas masyarakat yang memilih melakukan perjalanan lebih awal serta aktivitas distribusi logistik sebelum penutupan sementara layanan penyeberangan saat Hari Raya Nyepi.

Sejak Kamis (12/3), area parkir pelabuhan terlihat dipadati berbagai jenis kendaraan, mulai dari sepeda motor, mobil pribadi, bus, hingga truk logistik. Antrean truk bahkan terpantau memanjang hingga sekitar kawasan Pasar Gilimanuk atau sekitar dua kilometer dari pintu masuk pelabuhan.

General Manager ASDP Cabang Ketapang, Arief Eko, menjelaskan peningkatan kendaraan logistik dipengaruhi aktivitas distribusi barang yang memanfaatkan waktu sebelum diberlakukannya pembatasan angkutan barang pada periode angkutan Lebaran.

Di sisi lain, sebagian masyarakat juga memilih melakukan perjalanan lebih awal guna mengantisipasi penutupan sementara layanan penyeberangan saat Nyepi.

Untuk menjaga kelancaran arus kendaraan, ASDP bersama para pemangku kepentingan melakukan pengaturan operasional kapal serta manajemen antrean di pelabuhan. Dalam kondisi tertentu, penyeberangan diprioritaskan bagi kendaraan penumpang seperti roda dua dan mobil pribadi guna menjaga mobilitas masyarakat, sementara kendaraan logistik tetap dilayani secara bertahap sesuai kapasitas kapal.

Data Pergerakan Penyeberangan

Berdasarkan data Posko Gilimanuk selama 24 jam pada 13 Maret 2026 (H-8), tercatat 220 trip kapal dengan total 37.877 penumpang menyeberang dari Bali ke Jawa. Kendaraan yang tercatat terdiri dari 6.066 sepeda motor, 3.573 kendaraan kecil, 2.154 truk, dan 383 bus, sehingga total mencapai 12.176 unit kendaraan.

Secara kumulatif sejak H-10 hingga H-8, total penumpang dari Bali ke Jawa tercatat 97.572 orang dengan 31.045 kendaraan.

Sementara itu, berdasarkan data Posko Ketapang pada periode yang sama, tercatat 231 trip kapal dengan jumlah 26.173 penumpang menyeberang dari Jawa ke Bali, atau naik 6,2 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Jumlah kendaraan truk tercatat 2.604 unit atau meningkat 10,8 persen, sedangkan bus mencapai 635 unit atau naik 7,4 persen. Total kendaraan yang menyeberang dari Jawa ke Bali mencapai 5.365 unit, atau meningkat 2,5 persen dibandingkan tahun lalu.

Secara kumulatif sejak H-10 hingga H-8, total penumpang dari Jawa ke Bali tercatat 66.305 orang dengan 15.410 kendaraan.

ASDP mengimbau seluruh pengguna jasa untuk mengikuti arahan petugas di pelabuhan serta mempersiapkan perjalanan dengan baik agar proses penyeberangan dapat berlangsung aman, tertib, dan lancar.