HARIAN NEGERI - Indonesia mengukir sejarah baru di awal tahun 2026 dengan mengumumkan keberhasilan swasembada pangan nasional tahun 2025. Pencapaian ini tergolong luar biasa karena berhasil diraih hanya dalam waktu satu tahun, jauh lebih cepat dari target awal pemerintah yang dipatok selama empat tahun. Momentum bersejarah ini ditandai dengan panen raya di Kabupaten Karawang, Jawa Barat, yang menjadi simbol nyata kembalinya kemandirian pangan tanah air.
Presiden Prabowo Subianto dalam pidatonya menegaskan bahwa kedaulatan sebuah negara sangat bergantung pada kemampuan memenuhi kebutuhan pokok rakyatnya sendiri. Menurutnya, kemerdekaan sejati tidak akan pernah terwujud jika urusan perut masih menggantungkan nasib pada impor dari negara lain. Baginya, swasembada pangan adalah fondasi mutlak bagi martabat dan kemandirian bangsa di kancah global.
Keberhasilan ini didukung oleh lonjakan signifikan pada sektor pertanian sepanjang tahun lalu. Produksi beras nasional tahun 2025 tercatat menembus angka 34,71 juta ton, meningkat tajam sekitar 13,36 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Dengan surplus mencapai 3,52 juta ton, Indonesia tercatat sukses menghentikan total impor beras konsumsi sepanjang tahun 2025, sebuah langkah besar dalam memperkuat ketahanan pangan domestik.
Kondisi cadangan pangan nasional juga berada pada posisi yang sangat aman. Stok beras di gudang Perum Bulog sempat menyentuh angka 4,2 juta ton, yang merupakan rekor tertinggi dalam sejarah pengelolaan pangan Indonesia. Menariknya, keberhasilan ini juga berdampak positif pada kesejahteraan di tingkat akar rumput. Nilai Tukar Petani (NTP) melonjak ke angka 125,35, level tertinggi dalam 25 tahun terakhir, yang mencerminkan peningkatan pendapatan dan daya beli petani secara nyata.
Di sisi lain, sektor pertanian Indonesia mulai menunjukkan taringnya di pasar internasional dengan nilai ekspor yang mencapai Rp629,7 triliun hingga Oktober 2025. Pemerintah berkomitmen bahwa pencapaian swasembada ini bukanlah titik akhir, melainkan pijakan untuk memperluas kemandirian pada komoditas strategis lainnya. Fokus ke depan adalah menjaga konsistensi produksi agar manfaat dari kebangkitan pertanian ini dapat dirasakan secara berkelanjutan oleh seluruh rakyat Indonesia.

Komentar