HARIAN NEGERI - RADARBANDUNG.id, BANDUNG- Jajaran Kepolisian Resor Kota Besar (Polrestabes) Bandung menggelar operasi pelayanan dan pengamanan intensif di kawasan Jalan Braga dan Jalan Asia Afrika, Kota Bandung. Langkah antisipatif ini dilakukan guna mengawal kondusivitas wilayah serta mengantisipasi lonjakan aktivitas masyarakat di sejumlah titik pusat keramaian selama masa libur panjang akhir pekan.Kapolrestabes Bandung, Kombes Pol Dedi Supriadi, menjelaskan bahwa skema patroli yang diterjunkan oleh jajarannya kali ini sengaja mengusung konsep dialogis dengan berjalan kaki.

Metode pergerakan tanpa kendaraan tersebut dipilih agar personel kepolisian dapat berbaur langsung, menyapa para pelancong, serta mendeteksi potensi gangguan keamanan secara dini demi menghadirkan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat yang tengah menikmati masa liburan di jantung Kota Kembang.“Patroli dengan berjalan kaki ini bertujuan agar petugas bisa membaur dan berinteraksi langsung dengan warga.

Melalui pendekatan humanis ini, kami ingin memastikan bahwa negara hadir untuk memberikan jaminan keamanan, baik bagi para wisatawan mancanegara dan domestik maupun bagi warga Kota Bandung itu sendiri,” ujar Kombes Pol Dedi Supriadi di sela-sela memimpin jalannya patroli, Sabtu malam (30/5).Lebih lanjut, Dedi memaparkan bahwa korps Bhayangkara telah memetakan sekaligus menempatkan personel di sejumlah titik strategis yang memiliki indeks kerawanan tinggi terhadap kemacetan dan kepadatan massa.

Kawasan cagar budaya Braga dan koridor historic Asia Afrika menjadi fokus atensi utama mengingat kedua lokasi tersebut selalu menjadi magnet utama kunjungan wisata setiap kali musim liburan tiba.Selain menyiagakan personel stasioner di pos pengamanan, Polrestabes Bandung juga menggerakkan tim patroli bergerak (mobile patrol) untuk terus menyisir wilayah hingga larut malam.Di samping pengawasan keamanan dari tindakan kriminalitas jalanan, pihak kepolisian juga menaruh perhatian serius pada tata kelola perparkiran di kawasan tersebut. Dedi menegaskan, pihaknya telah memberikan instruksi dan imbauan keras kepada para juru parkir di titik-titik kepadatan agar tetap menjaga ketertiban, menata kendaraan sesuai kantong parkir yang legal, serta mencegah adanya parkir liar yang dapat menghambat arus lalu lintas hingga memicu kemacetan parah.Untuk mengantisipasi potensi kemacetan total di gerbang-gerbang masuk menuju Kota Bandung, Polrestabes Bandung secara khusus menyiagakan sedikitnya 130 personel penegak hukum.

Ratusan personel yang mayoritas berasal dari Satuan Lalu Lintas (Satlantas) tersebut dikerahkan secara tersebar untuk melakukan rekayasa arus kendaraan dan penguraian kepadatan, mulai dari koridor jalan arteri utama, area sekitar pintu keluar tol, hingga titik-titik simpul keramaian di dalam kota.

Lewat kesiapan penataan ini, kepolisian berharap perputaran roda pariwisata daerah selama libur panjang dapat berjalan selaras dengan ketertiban umum.