Oleh: Fayrouz Farhat Attamimi
Keluarga adalah individu yang memiliki sebuah hubungan interpersonal satu sama lainnya dari sebuah ikatan darah yang biasannya berawal dari ikatan pernikahan. Keluarga pula sebagai tempat menyalurkannya cinta dan kasih sayang pada setiap anggotanya dan sebagai mana fungsinya keluaga menjadi tempat pertama di tanamkannya nilai-nilai spiritual yakni Agama.
Islam adalah Agama yang memiliki nilai di dalamnya dan di yakini bahwa nilai- nilai Agama Islam satu satunya benar dan wajib untuk di implementasi-kan di aspek kehidupan sebab hakikatnya nilai-nilai Islam ini adalah kumpulan dari prinsip-prinsip kehidupan tentang bagaimana manusia seharusnya menjalani kehidupannya. Nilai-nilai ke-Agamaan sangat penting untuk di tanamkan keluarga sebab keluarga menjadi tempat dasar untuk mendidik anak anaknya dari sejak dini Upaya membekali untuk masa depan. Penanaman nilai-nilai Islam pada anak di mulai dari lingkungan keluarga dimana orang tua adalah peran penting sebagai teladan, sebab anak-anak biasanya cenderung meniru perilaku orang tua mereka. Oleh karena itu, sikap dan prilaku orang tua dalam menjalankan nilai-nilai Islam sangat berpengaruh terhadap bagaimana cara memahami dan penerapan nilai-nilai tersebut dalam kehidupan mereka.
Melihat pentingnya peran keluarga dalam hal Meng-Implementasikan nilai-nilai Islam pada anak, penelitian ini bertujuan untuk mengesplorasi sejauh mana pengaruh keluarga terhadap nilai-nilai Islam tersebut pada kehidupan anak.
Pendidikan keluarga adalah upaya yang dilakukan oleh keluarga, ter-utama oleh orang tua dalam membentuk, mengarahkan, dan mengembangkan potensi anak secara holistik, baik secara fisik intelektual, moral, emosional, maupun spiritual. Pendidikan keluarga sangat berperan dalam membentuk karakter dan kepribadian anak sejak usia dini, yang kemudian akan menjadi dasar bagi pendidikan formal di sekolah dan pendidikan informal di masyarakat.
Adapun menurut ahli yaitu Heri gutawan menyatakan bahwa “Pendidikan keluarga merupakan pendidikan utama yang di terima seorang anak dari ketika dia lahir hingga dewasa. Pendidikan ini berpernan penting juga dalam menanamkan nilai-nilai moral dan nilai-nilai agama yang akan menjadi dasar prilaku anak di masa depan”.
Dalam presepektif Islam pendidikan keluarga memiliki peran yang sangat penting. Orang tua memiliki peranan yang sangat terikat dalam pendidikan keluarganya. Peran dan tanggung jawab tersebut diantaranya:
Sebagai Pendidik Pertama Dan Utama
Orangtua adalah pendidik pertama yang dikenal anak. Mereka memberikan pendidikan dasar, seperti cara berbicara, berjalan, dan bersikap. Pendidikan agama dan moral juga pertama kali dikenal seorang anak dari orang tuanya.
Pemberi Teladan
Sebagai orang tua seharusnya menjadi contoh yang baik bagi anak-anaknya. Karena, sikap, perilaku, dan ucapan orang tua akan ditiru oleh anak-anak. Oleh karena itu, orang tua harus selalu menunjukan sikap yang baik sesuai dengan ajaran Islam.
Membimbing dan Pendamping
Orang tua harus mendampingi anak dalam proses pembelajaran dan perkembangan mereka. Sebagai orang tua, harus selalu siap memberikan bimbingan, nasehat, dan dukungan ketika anaknya sedang menghadapi kesulitan. dengan itu anak akan senantiasa mendapatkan bimbingan dan pengawasan yang tepat dari orang tuanya.
Pendidikan keluarga memiliki pengaruh yang signifikan terhadap Perkembangan anak. Melalui interaksi sehari-hari, orang tua memberi contoh dan bimbingan yang membentuk sikap, perilaku, dan nilai-nilai anak. Dalam Islam, keluarga adalah institusi pertama dan utama dalam mendidik anak-anak dengan nilai-nilai Islam. Dalam Al-Qur’an dan Hadits, terdapat banyak dalil yang menekan-kan pentingnya pendidikan dalam keluarga. Salah satunya pada Al-Qur’an Surah At-Tahrim: (6)
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا قُوا أَنْفُسَكُمْ وَأَهْلِيكُمْ نَارًا وَقُودُهَا النَّاسُ وَالْحِجَارَةُ ۚ عَلَيْهَا مَلَائِكَةٌ غِلَاظٌ شِدَادٌ لَا يَعْصُونَ اللَّهَ مَا أَمَرَهُمْ وَيَفْعَلُونَ مَا يُؤْمَرُونَ
Artinya: Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu, penjaga-nya malaikat-malaikat yang kasar, keras, dan tidak mendurhakai Allah terhadap apa yang di perintahkan-nya kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan. (QS. At-Tahrim:6)
Ayat ini mengandung makna bahwasanya orang tua memiliki kewajiban untuk menjaga diri dan keluarga mereka dari siksa api neraka dengan mendidik anak-anak mereka sesuai dengan ajaran Islam.
Nilai-nilai Islam mencangkup berbagai aspek kehidupan. Seperti kejujuran, tangung jawab, kasih sayang, dan tolong menolong. Nilai-nilai ini seharusnya di terapkan pada kehidupan sehari-hari dan diajarkan kepada anak sejak dini. Salah satu cara yang efektif untuk menanamkan nilai-nilai ini adalah melalui teladan yang di berikah oleh orang tua. Nilai-nilai Islam mencakup berbagai aspek kehidupan, seperti kejujuran, disiplin, tanggung jawab, kasih sayang, dan tolong-menolong. Nilai-nilai ini seharusnya diterapkan dalam kehidupan sehari-hari dan diajarkan kepada anak sejakdini. Salah satu cara yang efektif untuk menanamkan nilai-nilai ini adalah melalui teladan yang diberikan oleh orang tua.
Menurut Zubaedi (2011), nilai-nilai Islam harus diterapkan di lingkungan keluarga karena keluarga adalah fondasi utama pembentukan karakter moral anak. Keluarga adalah unit terkecil dalam masyarakat yang berfungsi sebagai madrasah pertama bagi anak. Islam mengajarkan bahwa pendidikan agama yang dimulai dari rumah akan menciptakan dasar yang kuat bagi anak untuk memahami dan mengamalkan ajaran agama dalam kehidupan mereka. Oleh karena itu, penerapan nilai- nilai Islam di keluarga sangat penting untuk memastikan anak tumbuh dengan landasan moral yang kuat.
Pengaruh keluarga terhadap Implementasi nilai-nilai Islam sangat signifikan yang mana keluarga adalah tempat pertama di mana anak-anak belajar tentang nilai-nilai, moral, dan etika Islam. Orang tua yang menerapkan ajaran Islam dalam kehidupan sehari-hari menjadi teladan langsung bagi anak-anak. Hal ini mencakup praktek ibadah, seperti shalat dan puasa, serta nilai-nilai seperti berprilaku jujur, adil, dan kasih sayang. Pendidikan yang konsisten dan lingkungan keluarga yang kondusif mendukunganakuntuk menginternalisasi dan menerapkan nilai-nilai Islam dalam kehidupannya. Menurut Suparlan (2004), lingkungan keluarga yang Islami memiliki pengaruhyang besar terhadap perkembangan moral dan spiritual anak. Keluarga yang menerapkan nilai-nilai Islam dalam kehidupan sehari-hari memberikan contoh kepada anak tentang bagaimana menjalani hidup sesuai dengan ajaran agama. Lingkungan keluarga yang mendukung penerapan nilai-nilai Islam akan membantu anak menginternalisasi ajaran agama dan mengaplikasikan-nya dalam interaksi sosial di luar rumah.
Aspek-aspek yang menjadi Pengaruh Keluarga Terhadap Implementasi nilai-nilai Islami :
Teladan Orang Tua.
Anak, belajar dari apa yang mereka lihat. Orang tua yang menunjukkan perilaku islami dalam tindakan sehari-hari mengajarkan anak tentangpentingnya nilai-nilai tersebut.
Pendidikan Dini
Mengajarkan anak tentang dasar-dasar agama sejak usia dini membantu untuk membentuk fondasi diri anak yang kuat secara intelektual dan mental.
Lingkungan Rumah
Suasana rumah yang mendukung nilai-nilai Islam, seperti menjalankan ibadah bersama, membaca Al-Qur'an, dan berdiskusi ataupun mengajarkan anak tentang ajaran Islam, untuk memperkuat pemahaman anak agar membentuk kepribadian anak yang kuat secara iman.
Komunikasi dan Pendekatan
Komunikasi yang baik antara orang tua dan anak mengenai nilai-nilai Islam serta pendekatan yang penuh kasih sayang dan sabar membantu anak merasa nyaman dalam mempraktekkan ajaran agama.
Dengan demikian, peran keluarga sangat penting dalam membentuk dan memperkuat implementasi nilai-nilai Islam dalam kehidupan sehari-hari anak-anak. Dengan itu, Nilai-nilai Islam yang Penting di Terapkan di Kehidupan Sehari-hari karena dengan menerapkan nilai-nilai Islam dalam kehidupan sehari-hari dapat membantu membentuk individu yang berakhlak mulia dan menciptakan lingkungan harmonis dan damai.Perjuangan penegakan nilai-nilai Islam dimulai dengan melakukan transformasi kesadaran individual yang akan melahirkan individu-individu yang shalih yang mempunyai aqidah yang bersih dan akhlak yang mulia Pembentukan individu yang shalih ini membantu suatu proses pendidikan yang paripurna.
Beberapa Nilai-nilai yang harus di terapkan pada kehidupan sehari-hari:
1. Kejujuran (As-Sidq)
Kejujuran adalah salah satu nilai utama dalam Islam yang harus diajarkan kepada anak. Anak perlu diajarkan untuk selalu berkata benar dan jujur dalam segala hal. Nilai ini penting untuk membentuk integritas da nkepercayaan diri anak, serta untuk membangun hubungan yang baik dengan orang lain. Kejujuran juga membangun kepercayaan dan integritas dalam hubungan sosial, baik dalam keluarga maupun masyarakat.
2. Keadilan (Al-Adl)
Berlaku adil dalam segala aspek kehidupan membantu menciptakan harmoni dan menghindarkan diri dari konflik dan ketidak adilan.
3. Kasih Sayang (Ar-Rahmah)
Kasih sayang adalah esensi ajaran Islam yang menuntun umatnya untuk berperilaku penuh kasih kepada semua makhluk. Kasih sayang menciptakan suasana yang damai dan harmonis dalam hubungan antar individu.
4. Tanggung Jawab (Al-Amanah)
Tanggung jawab adalah amanah yang harus dijalankan dengan penuh komitmen. Menjalankan tanggung jawab dengan baik akan menciptakan individu yang dapat dipercaya dan diandalkan di lingkungan
5. Kesabaran (As-Sabr)
Kesabaran adalah salah satu kunci sukses dalam menjalani kehidupan Kesabaran membantu seseorang dalam menghadapi berbagai ujian dan tantangan hidup dengan ketenangan dan ketabahan.
6. Kerendahan Hati (At-Tawadhu)
Kerendahan hati adalah sikap yang sangat dihargai dalam Islam. Sikap ini juga dimiliki oleh Rasulullah SAW. Sikap rendah hati menjauhkan seseorang dari kesombongan dan membantu dalam menjalin hubungan baik dengan sesama.
7. Kedermawanan (As-Sakhawah)
Kedermawanan adalah sikap suka memberi dan berbagi dengan orang lain. Kedermawanan membantu menciptakan masyarakat yang peduli dan saling membantu.
8. Toleransi (At-Tasamuh)
Toleransi merupakan prinsip penting yang diajarkan Islam untuk menjaga keharmonisan dalam masyarakat yang beragam karena Indonesia merupakan negara yang beragam penduduknya baik secara agama, ras maupun suku. Maka seorang anak perlu mendapatkan pengetahuan serta didikan soal toleransi dari orang tuanya sebagai bekal anaknya Ketika menemukan perbedaan di kehidupannya. Dengan toleransi, umat Islam dapat hidup berdampingan secara damai dengan semua golongan.
Peran keluarga sebagai pendidik pertama bagi anak-anaknya itu sangat penting untuk memberikan contoh dan mengajarkan kepada anak-anaknya maupun anggota keluarga lainnya. Untuk anaknya menjadi pribadi yang baik di kehidupannya. Mampu menanamkan nilai-nilai Islam yang seharusnya menjadi hal yang biasa di lakukan dalam kehidupan sehari-hari. Keterlibatan aktif orang tua dan lingkungan yang mendukung sangat penting dalam menanamkan nilai-nilai tersebut. Orang tua yang menerapkan ajaran Islam dalam kehidupan sehari-hari menjadi teladan langsung bagi anak-anak. Dengan itu penting dan perlu orang tua untuk mendidik dan memberi contoh nilai-nilai Islam di lingkungan keluargnya untuk kebaikan anaknya.

Komentar