Menteri Ketenagakerjaan Yassierli menegaskan bahwa perusahaan harus menyesuaikan penugasan peserta magang dengan latar belakang pendidikan mereka. Hal ini bertujuan agar proses pembelajaran menjadi lebih efektif dan dapat meningkatkan kompetensi peserta secara optimal. Pernyataan tersebut disampaikan Yassierli saat meninjau pelaksanaan Magang Nasional 2025 di RS Bunda Thamrin Medan pada .

Ia mengungkapkan bahwa masih ada peserta sarjana yang belum mendapatkan penugasan sesuai dengan tingkat pendidikan mereka. Yassierli menilai kondisi ini perlu diperbaiki agar peserta dapat memperoleh pengalaman belajar yang relevan. Sebagai contoh, ia menemukan peserta magang lulusan S1 yang ditempatkan pada tugas yang tidak sepenuhnya mencerminkan latar belakang pendidikan mereka.

"Kepada direktur rumah sakit, saya minta tolong fasilitasi adik-adik belajar. Untuk lulusan S1, sebaiknya dapat diberikan tugas yang lebih menggambarkan tingkat pendidikannya," ujarnya. Selain itu, ia juga mengingatkan peserta magang untuk memanfaatkan kesempatan ini secara maksimal sebagai sarana pembelajaran.

Yassierli menegaskan bahwa masa magang harus dijalani dengan serius, disiplin, dan tanggung jawab. Pelaksanaan Magang Nasional 2025 di rumah sakit tersebut diikuti oleh 48 peserta dari batch 2 dan batch 3, yang ditempatkan di berbagai unit layanan. Ia berharap program magang ini dapat meningkatkan keterampilan dan kesiapan peserta dalam menghadapi dunia kerja yang terus berkembang.