HARIAN NEGERI -

Menteri Haji dan Umrah (Menhaj) Mochamad Irfan Yusuf telah melepas keberangkatan kloter pertama jemaah haji Indonesia tahun 1447 H/2026 M dari Embarkasi Jakarta-Pondok Gede (JKG-01) pada di Asrama Haji Kelas I Jakarta. Keberangkatan ini menandai dimulainya operasional penyelenggaraan ibadah haji tahun 2026 yang akan melayani 221.000 jemaah dari 14 embarkasi.

Menhaj menyatakan, "Hari ini kita menyaksikan kloter pertama jemaah haji Indonesia telah memasuki asrama dan siap diberangkatkan.

Ini menjadi awal dari rangkaian panjang pelayanan haji tahun ini yang harus kita jaga bersama kualitasnya. " Sebanyak 391 jemaah asal Jakarta Timur yang tergabung dalam kloter JKG-01 telah menjalani prosedur awal di asrama haji dan secara bertahap diberangkatkan menuju Bandar Udara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten.

Mereka akan terbang menuju Madinah pada Rabu dini hari sekitar pukul 00.45 WIB menggunakan maskapai Garuda Indonesia.

Menhaj menegaskan bahwa pemerintah memastikan seluruh jemaah yang diberangkatkan telah memenuhi persyaratan administrasi, termasuk kepemilikan visa haji resmi. "Kami tegaskan, hanya jemaah yang memiliki visa haji yang akan diberangkatkan untuk menghindari penolakan di Arab Saudi dan memastikan jemaah dapat menjalankan ibadah dengan baik," ujarnya. Pemerintah juga telah menyiapkan langkah mitigasi, termasuk skema jemaah cadangan untuk mengantisipasi kursi kosong akibat pembatalan.

"Kita sudah siapkan mekanisme pengganti untuk mengisi kursi kosong, baik karena kesehatan, pembatalan, maupun kondisi darurat lainnya," tambahnya. Menhaj berharap seluruh proses keberangkatan berjalan lancar dan jemaah dapat menjalankan ibadah dalam kondisi prima.

"Harapan kita tentu keberangkatan berjalan lancar, jemaah sehat, dan dapat beribadah dengan khusyuk.

Semoga seluruh jemaah kembali ke tanah air dengan predikat haji mabrur," imbuhnya. Menhaj juga melaporkan bahwa semua unsur terkait, termasuk Kementerian Haji dan Umrah, Imigrasi, Kepolisian, serta Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH), telah melakukan koordinasi intensif untuk memastikan kelancaran proses pemberangkatan. Pemantauan keberangkatan akan terus dilakukan hingga seluruh jemaah tiba di bandara dan diberangkatkan ke Arab Saudi.

Di Madinah, tim PPIH telah disiagakan untuk memastikan kesiapan operasional dalam menyambut kedatangan rombongan jemaah gelombang pertama. Menhaj juga mengimbau seluruh jemaah untuk disiplin dan mengikuti arahan petugas selama proses keberangkatan dan pelaksanaan ibadah.

"Saya mengimbau kepada seluruh jemaah untuk menjaga kesehatan, mematuhi arahan pimpinan regu, rombongan, dan kloter, serta segera berkoordinasi dengan petugas apabila menghadapi kendala," pungkasnya.