HARIAN NEGERI, JAKARTA – Di tengah tingginya mobilitas masyarakat selama Angkutan Lebaran 2026, PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) memastikan layanan penyeberangan tetap berjalan optimal di 15 lintasan pantauan nasional. Dinamika arus mudik yang terus bergerak dinilai mampu dikelola secara terkendali berkat kesiapan operasional dan koordinasi lintas pemangku kepentingan.
Secara kumulatif sejak H-10 hingga hari H, total penumpang tercatat mencapai 2.596.597 orang, meningkat 5,4 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebanyak 2.463.910 orang. Sementara itu, jumlah kendaraan mencapai 667.526 unit atau naik 7,2 persen dari 622.604 unit.
Pada periode harian, Sabtu (21/3/2026), jumlah penumpang mencapai 156.838 orang atau meningkat 1,7 persen dibandingkan tahun lalu yang sebanyak 154.237 orang. Adapun kendaraan tercatat sebanyak 40.066 unit, naik 0,6 persen dari 39.811 unit pada periode yang sama.
Direktur Utama ASDP, Heru Widodo, menyampaikan bahwa layanan penyeberangan selama arus mudik tetap berjalan lancar meskipun terjadi peningkatan signifikan mobilitas masyarakat.
“Di tengah tingginya volume pergerakan pemudik, kami memastikan layanan tetap prima melalui peningkatan kapasitas operasional, penguatan layanan, serta koordinasi intensif lintas stakeholder, dengan tetap mengedepankan keselamatan dan kenyamanan pengguna jasa,” ujarnya.
Lintasan Jawa–Sumatera dan Jawa–Bali masih menjadi koridor tersibuk dan paling vital secara nasional. Untuk menjaga kelancaran arus, ASDP menerapkan berbagai strategi, mulai dari penyesuaian pola operasi kapal, kesiapan personel, hingga rekayasa lalu lintas seperti pengalihan kendaraan dan delaying system di sejumlah buffer zone.
Baca Juga :
Merak Padat, Penyeberangan Tetap StabilPengalihan Layanan dan Penguatan Operasional
Dalam rangka mendukung kelancaran arus balik, ASDP mengoptimalkan pengalihan layanan melalui Pelabuhan BBJ Bojonegara untuk kendaraan golongan VIB, VII, VIII, dan IX pada periode 23–29 Maret 2026. Sementara itu, kendaraan lainnya, termasuk sepeda motor, tetap dilayani melalui Pelabuhan Merak.
Pola Tiba–Bongkar–Berangkat (TBB) diterapkan secara dinamis guna mempercepat proses bongkar muat dan menjaga rotasi kapal. Selain itu, optimalisasi Port Operational Control Center di lintasan Merak–Bakauheni dan Ketapang–Gilimanuk turut memperkuat kendali operasional berbasis real time.
Corporate Secretary ASDP, Windy Andale, menyatakan kesiapan arus balik terus diperkuat. Hingga periode H sampai H+10, ketersediaan tiket di lintasan Jawa–Sumatera dan Jawa–Bali masih mencapai 98,66 persen.
“Masyarakat diimbau merencanakan perjalanan lebih awal dan membeli tiket melalui Ferizy sejak H-60, serta memastikan data penumpang sesuai dan datang ke pelabuhan tepat waktu,” jelasnya.
Stimulus Tarif dan Antusiasme Masyarakat
ASDP juga mendorong masyarakat untuk memanfaatkan program stimulus diskon tarif yang masih tersedia. Sejak 12 Maret 2026, program ini telah dimanfaatkan lebih dari 1,06 juta pengguna jasa, dengan potongan hingga 100 persen tarif jasa pelabuhan atau sekitar 21,9 persen dari total tarif.
Hingga 21 Maret 2026 pukul 23.59 WIB, realisasi penyerapan stimulus mencapai Rp14,5 miliar atau 40,84 persen dari target. Jumlah pengguna jasa tercatat mencapai 62,36 persen, dengan variasi persentase dipengaruhi oleh jenis kendaraan dan lintasan yang digunakan.
Program stimulus ini berlaku di tujuh lintasan dan 14 pelabuhan, antara lain Merak–Bakauheni, Ketapang–Gilimanuk, Lembar–Padangbai, Kupang–Rote, Kupang–Kalabahi, Kupang–Hansisi, serta Galala–Namlea. Selain itu, kebijakan single tarif di Pelabuhan Bakauheni diberlakukan mulai 23 hingga 31 Maret 2026 guna menjaga kelancaran arus balik.
Dengan tingginya antusiasme masyarakat, ASDP menegaskan komitmennya untuk terus menjaga layanan penyeberangan tetap lancar, aman, dan nyaman, khususnya selama periode arus balik Lebaran.


Komentar