HARIAN NEGERI – Pemerintah berkomitmen penuh untuk menjaga stabilitas pertumbuhan ekonomi melalui percepatan realisasi belanja negara pada akhir tahun 2025, termasuk program prioritas nasional untuk mendukung target pembangunan sektor sosial dan infrastruktur dasar.
Hal tersebut disampaikan Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dalam keterangan resmi usai mengikuti rapat terbatas yang dipimpin oleh Presiden Prabowo Subianto di Istana Merdeka, Jakarta, Kamis (27/11/2025). Airlangga Hartarto melaporkan bahwa realisasi belanja kementerian/lembaga besar sudah mencapai sekitar 70 persen, dan diharapkan akan mencapai 95 persen di akhir tahun.
Realisasi ini mencakup akselerasi program-program unggulan Presiden, seperti MBG, Sekolah Rakyat, cek kesehatan gratis, dan program listrik perdesaan. Menko Airlangga juga memaparkan rangkaian kebijakan diskon transportasi publik jelang periode libur akhir tahun.
Diskon kereta api sebesar 30 persen diberikan untuk periode 22 Desember hingga 10 Januari, dengan target 1,5 juta penumpang.
Sementara itu, diskon tarif angkutan laut sebesar 20 persen berlaku dari 17 Desember hingga 10 Januari, menargetkan lebih dari 400 ribu penumpang.
Untuk diskon tiket pesawat, besarnya 13 sampai 14 persen berlaku pada periode 22 Desember hingga 10 Januari, dengan target 3,5 juta penumpang.
Selain itu, pemerintah juga memberikan diskon tarif tol sebesar 10 sampai 20 persen. Rangkaian stimulus tersebut diharapkan dapat mendongkrak belanja masyarakat pada awal tahun, dengan proyeksi spending pada bulan Januari mencapai Rp116 triliun.
Angka ini didukung oleh berbagai agenda belanja nasional, termasuk Hari Belanja Nasional (10-16 Desember), Belanja di Indonesia Saja (18 Desember - 4 Januari), dan epic sale di minimarket (1-31 Desember) yang total transaksinya diproyeksikan mencapai puluhan triliun rupiah. Di samping stimulus domestik, Menko Airlangga juga melaporkan hasil kerja sama dengan Republik Rakyat Tiongkok (RRT) melalui penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) terkait investasi proyek industri strategis senilai Rp36,4 triliun.
Airlangga menjelaskan bahwa seluruh proyek investasi ini akan ditempatkan di Kawasan Industri Batang.
Proyek-proyek tersebut mencakup pembangunan baja 1 juta ton, pengolahan daging dan produk kelautan, perdagangan nikel iron, proyek R&D tekstil dan high end, kerja sama batu bara, kerja sama bahan baku tekstil, industri teh dan melati, serta direct sourcing produk pertanian seperti kelapa dan durian.

Komentar