HARIAN NEGERI, Jakarta - Pengendalian populasi ikan sapu-sapu di perairan ibu kota oleh Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, mendapat apresiasi dari Anggota Komisi B DPRD DKI Jakarta, M Taufik Zoelkifli (MTZ). Langkah ini dianggap sebagai bentuk keberpihakan terhadap upaya pelestarian lingkungan.

Taufik menekankan pentingnya menjadikan pengendalian ikan sapu-sapu sebagai bagian dari kebijakan ekologis yang berkelanjutan dan terukur, bukan sekadar langkah sesaat. Pemprov DKI perlu menetapkan target jelas tanpa menghilangkan ikan tersebut secara total.

DPRD akan melakukan fungsi pengawasan untuk memastikan program ini terintegrasi dalam rencana kerja tahunan yang konsisten dan didukung anggaran memadai.

Pelibatan berbagai pihak, seperti komunitas lingkungan, akademisi, dan masyarakat luas, dianggap penting dalam menjadikan pengendalian ikan sapu-sapu sebagai gerakan bersama. Taufik juga mengingatkan potensi bahaya konsumsi ikan tersebut, terutama dari perairan tercemar.

Sebagai solusi jangka panjang, Taufik mendorong pemulihan ekosistem sungai secara menyeluruh setelah populasi ikan invasif ditekan. Pemprov DKI juga perlu melakukan restocking ikan lokal, rehabilitasi kualitas air, dan penataan ekosistem sungai untuk menjaga lingkungan demi masa depan Jakarta.