HARIAN NEGERI - Tim Redaksi Harian Negeri telah melakukan penelusuran fakta mendalam terkait informasi yang beredar luas dengan judul '[PENIPUAN] Tautan Pendaftaran Lowongan Kerja Le Minerale'. Berdasarkan pantauan kami, isu ini telah memicu beragam tanggapan dari netizen di berbagai platform media sosial. Hasil Pemeriksaan Fakta Setelah melakukan kroscek data dan memverifikasi sumber-sumber terkait, kami menemukan adanya ketidaksesuaian antara narasi yang beredar dengan fakta yang ada di lapangan.

Tim Redaksi berupaya menyajikan klarifikasi agar masyarakat tidak terjebak dalam informasi yang menyesatkan. Akun Facebook “Loker update seindonesia” pada mengunggah tautan [arsip] disertai narasi: - kerja 8 jam dari jam 8 pagi sampai 4 sore - sediakan mes bagi yang mau menginap Hingga , unggahan tersebut telah mendapatkan 1.100-an tanda suka, 310-an komentar, serta dibagikan ulang belasan kali. Tim Pemeriksa Fakta

Diketahui, tautan mengarah ke halaman berisi formulir digital yang meminta pengisian data pribadi seperti nama, alamat dan nomor telegram.

Dari laman tersebut diketahui bahwa calon pelamar perlu mengisi formulir data diri dan mengirim CV di dalam laman mayoraindah.co.id.karier usai memilih lowongan pekerjaan yang diminati. Sejak tahun 2019, melalui akun Instagram resmi Mayora Karir “mayora karir”, perusahaan sudah mengimbau masyarakat untuk mengakses informasi lowongan dari akun resmi "mayorakarir". Dalam unggahan akun Instagram "mayorakarir" pada April 2026, perusahaan sempat membuka  lowongan pekerjaan untuk beberapa posisi di berbagai kantor cabang di Indonesia.

Namun, perusahaan tidak menuliskan nominal gaji, berbeda dengan unggahan akun Facebook “Loker update seindonesia”. Salah Sumber: [tangkapan layar] [sumber] Kesimpulan Berdasarkan seluruh bukti dan data yang dikumpulkan, dapat disimpulkan bahwa informasi tersebut masuk dalam kategori HOAKS / SALAH. Narasi yang dibangun cenderung manipulatif dan tidak didukung oleh bukti otoritatif dari instansi terkait.

Masyarakat diimbau untuk selalu waspada terhadap penyebaran berita palsu atau hoaks. Selalu lakukan verifikasi mandiri dan hanya merujuk pada informasi resmi guna menghindari kerugian akibat disinformasi digital yang marak terjadi.


Rujukan Informasi: Lihat Data Sumber Asli