HARIAN NEGERI, Jakarta - Ketua Umum Milenial Indonesia Aceh–Jakarta, Fariski Adwari, menyampaikan kritik konstruktif terhadap pengelolaan Dana Otonomi Khusus (Otsus) Aceh yang dinilai belum optimal dan belum merata dirasakan oleh masyarakat di sejumlah wilayah, khususnya daerah-daerah terpencil dan tertinggal.
Dalam keterangannya, Fariski menyoroti bahwa besarnya alokasi Dana Otsus selama ini belum sepenuhnya berdampak signifikan terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat secara merata. Ia menilai masih terdapat ketimpangan distribusi anggaran, baik dari sisi pembangunan infrastruktur, layanan kesehatan, hingga pemberdayaan ekonomi masyarakat.
“Dana Otsus seharusnya menjadi instrumen percepatan kesejahteraan rakyat Aceh secara menyeluruh. Namun fakta di lapangan menunjukkan masih adanya disparitas yang cukup tajam antarwilayah. Ini harus menjadi evaluasi serius bagi seluruh pemangku kebijakan,” tegas Fariski kepada jurnalis hariannegeri.com, Sabtu (25/4/2026).
Selain itu, Fariski juga menyoroti pentingnya transparansi dan akurasi dalam pelaksanaan program Jaminan Kesehatan Aceh (JKA) yang akan dioptimalkan kembali per 1 Mei mendatang. Ia meminta agar pemerintah daerah melakukan pembenahan dalam klasifikasi data penerima manfaat, sehingga program JKA benar-benar tepat sasaran dan tidak menimbulkan ketimpangan baru.
“Kami mendorong agar data penerima JKA diperbaiki secara komprehensif mulai dari validasi, pembaruan, hingga keterbukaan akses publik. Jangan sampai masyarakat yang berhak justru tidak terakomodasi, sementara yang tidak berhak menikmati fasilitas tersebut,” lanjutnya.
Fariski menegaskan bahwa generasi muda Aceh memiliki kepentingan besar dalam memastikan tata kelola anggaran daerah berjalan transparan, akuntabel, dan berorientasi pada keadilan sosial. Oleh karena itu, pihaknya akan terus mengawal isu ini sebagai bagian dari kontrol sosial konstruktif.
Lebih lanjut, ia juga mengajak seluruh elemen masyarakat, termasuk akademisi, aktivis, dan pemuda, untuk bersama-sama mengawasi implementasi Dana Otsus dan program JKA agar benar-benar memberikan dampak nyata bagi rakyat Aceh.


Komentar