HARIAN NEGERI, Jakarta - Sekretaris Pelaksana BPBD DKI Jakarta, Marulitua Sijabat, mengungkapkan bahwa pihaknya telah memulai langkah mitigasi untuk menghadapi fenomena El Nino seiring dengan datangnya musim kemarau di Jakarta.

Langkah ini bertujuan untuk meminimalisir dampak El Nino, yang dapat menyebabkan bencana hidrometeorologi kering di ibu kota.

Berdasarkan koordinasi dengan BMKG dan rapat lintas sektor bersama pemerintah pusat, TNI-Polri, serta instansi terkait, El Nino tahun ini diperkirakan akan berlangsung lebih lama dibandingkan tahun sebelumnya.

Marulitua menjelaskan bahwa ada tiga isu utama yang perlu diwaspadai, yaitu kekeringan, potensi kebakaran di kawasan perkotaan, dan meningkatnya polusi udara.

BPBD DKI telah menyiapkan sejumlah langkah mitigasi, termasuk mengaktifkan peralatan water mist dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) untuk menekan dampak polusi udara.

Selain itu, BPBD DKI juga sedang menyusun rencana bersama BMKG untuk modifikasi cuaca selama periode kemarau, terutama saat puncak El Nino yang diperkirakan terjadi pada Agustus 2024.

Langkah-langkah ini akan dituangkan dalam Instruksi Gubernur sebagai pedoman bagi seluruh perangkat daerah dalam menghadapi potensi bencana hidrometeorologi kering, termasuk pengaktifan Satgas Air Bersih dan koordinasi dengan PAM Jaya untuk distribusi air bersih kepada masyarakat.

BPBD DKI juga menyiapkan mobil tangki air yang dapat dioperasikan sewaktu-waktu untuk memenuhi kebutuhan air bersih di lapangan. Anggota Komisi A DPRD DKI Jakarta, Achmad Yani, menekankan pentingnya koordinasi lintas dinas dalam menghadapi potensi El Nino, agar semua langkah antisipasi dapat terkoordinasi dengan baik dan tidak menimbulkan kerugian bagi masyarakat.