HARIAN NEGERI - Presiden Prabowo Subianto menerima kunjungan Perdana Menteri (PM) Singapura Lawrence Wong dalam Leaders' Retreat Indonesia–Singapura yang digelar di Istana Merdeka, Jakarta, pada. Pertemuan tersebut menegaskan komitmen kedua negara untuk terus memperkuat kemitraan strategis melalui kerja sama yang makin luas dan konkret di berbagai sektor. Dalam pernyataan pers bersama usai pertemuan, Presiden Prabowo menyampaikan apresiasi atas kunjungan PM Singapura Lawrence Wong beserta delegasi Singapura.
Presiden Prabowo menilai Leaders' Retreat menjadi cerminan hubungan yang khas dan istimewa antara Indonesia dan Singapura. "Terima kasih kepada Perdana Menteri Lawrence Wong atas kunjungan beliau bersama delegasi ke Indonesia untuk melaksanakan Leaders’ Retreat Indonesia-Singapura.
Ini adalah retreat kedua bagi saya.
Dan pertemuan ini sekali lagi menunjukkan hubungan khas, hubungan istimewa antara Indonesia dan Singapura," ucap Presiden Prabowo. Presiden Prabowo menekankan bahwa Indonesia dan Singapura memiliki kepentingan yang sama dalam menjaga stabilitas dan kemakmuran kawasan.
Untuk itu, Presiden Prabowo menyampaikan bahwa kedua negara sepakat terus memperkuat kerja sama yang saling menguntungkan.
"Kita sepakat bahwa kepentingan kita harus sama-sama dijaga dan harus kita lakukan kerja sama terus-menerus untuk menguntungkan kedua belah pihak," ujar Presiden Prabowo.
Selanjutnya, Presiden Prabowo mengatakan bahwa pembahasan bersama PM Lawrence Wong berlangsung secara intensif, terbuka, dan berorientasi ke depan. Menurut Presiden Prabowo, kedua negara juga berkomitmen menyelesaikan setiap perbedaan melalui komunikasi yang terbuka sebagai sahabat.
"Kita tadi telah melakukan pertemuan intensif dan sangat produktif dari hati ke hati, terbuka, dan berorientasi ke depan. Kita sepakat bahwa kalau ada salah paham, kalau ada salah persepsi kita akan selesaikan sebagai sahabat dengan terbuka," tuturnya. Presiden Prabowo menjelaskan bahwa kerja sama ekonomi tetap menjadi pilar utama hubungan kedua negara.
Presiden Prabowo juga menyampaikan bahwa Indonesia telah menunjuk BPI Danantara untuk implementasi perdagangan listrik lintas batas, seiring dengan penguatan kolaborasi di bidang energi, ekonomi digital, keamanan siber, ketahanan pangan, rantai pasok, hingga pertahanan. "Di bidang energi, di bidang ekonomi digital, ekosistem digital keamanan siber, kita telah melakukan diskusi dan capaian-capaian yang cukup konkret. Kita bersepakat untuk terus kolaborasi juga di bidang pangan, rantai pasok.


Komentar