SERANG, HARIAN NEGERI – Ruang Ekspresi Indonesia bekerja sama dengan Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Provinsi Banten menggelar pelatihan jurnalistik bagi puluhan mahasiswa, Sabtu (11/4/2026).

Ketua Ruang Ekspresi Indonesia, M. Royhan, mengatakan kegiatan ini dilatarbelakangi tingginya semangat kritis mahasiswa di Banten, yang perlu diimbangi dengan kemampuan penulisan jurnalistik yang baik dan terstruktur.

“Banyak mahasiswa yang aktif menyampaikan opini di media sosial. Melalui pelatihan ini, kami ingin membantu mereka meningkatkan keterampilan menulis agar lebih terarah dan sesuai kaidah jurnalistik,” ujarnya.

Menurut Royhan, pelatihan ini tidak berhenti dalam satu kegiatan saja. Pihaknya telah merancang program lanjutan yang akan digelar pada pertengahan tahun.

“Kami rencanakan kegiatan lanjutan pada bulan Juni atau Juli. Ini menjadi wadah bagi mahasiswa untuk terus mengasah nalar kritis, terutama di era digital saat ini,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala Diskominfo Provinsi Banten, Beni Ismail, mengapresiasi penyelenggaraan pelatihan tersebut. Ia menilai kemampuan jurnalistik tidak hanya penting bagi wartawan, tetapi juga bagi masyarakat luas, khususnya mahasiswa.

“Di era disrupsi informasi, tantangan utama bukan hanya mencari informasi, tetapi juga memilah dan memverifikasi kebenarannya,” katanya.

Beni menekankan pentingnya pemahaman kode etik jurnalistik agar mahasiswa dapat berkontribusi secara positif, termasuk dalam memberikan kritik yang membangun tanpa mengandung hoaks, disinformasi, maupun fitnah.

“Kami berharap mahasiswa dapat menjadi produsen konten yang sehat, beretika, dan edukatif. Kemampuan berpikir kritis harus diimbangi dengan proses cek dan ricek agar informasi yang disampaikan tetap objektif,” ujarnya.

Ia juga menambahkan bahwa Provinsi Banten membutuhkan peran generasi muda kreatif untuk mempromosikan potensi daerah melalui konten yang berkualitas, sekaligus menangkal penyebaran hoaks di media sosial.

Dalam pelatihan tersebut, mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi seperti UIN Banten, Untirta, UPI Serang, dan kampus lainnya mendapatkan materi terkait teknik penulisan, pengolahan data, hingga strategi penyusunan narasi persuasif.

Kegiatan ini juga menghadirkan pemateri dari Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Provinsi Banten yang telah berpengalaman di bidang jurnalistik.