HARIAN NEGERI, Gaza — Bulan suci Ramadan resmi dimulai pada Rabu (18/2/2026) di Palestina dan sejumlah negara Teluk, sementara beberapa negara Muslim lainnya menetapkan awal puasa sehari kemudian, Kamis.

Dilansir dari Aljazeera, di Jalur Gaza, warga Palestina melaksanakan sahur pertama di tengah kondisi kemanusiaan yang memburuk akibat perang Israel yang masih berlangsung meski terdapat kesepakatan “gencatan senjata”. Akses terhadap makanan dan air bersih tetap terbatas, sehingga banyak keluarga menggantungkan kebutuhan berbuka dan sahur pada dapur umum serta distribusi bantuan.

Berdasarkan kesepakatan gencatan senjata antara Israel dan Hamas yang mulai berlaku pada Oktober lalu, sedikitnya 600 truk bantuan seharusnya memasuki Gaza setiap hari. Namun, jumlah bantuan yang benar-benar masuk dilaporkan jauh di bawah angka tersebut. Serangan dan pelanggaran juga disebut masih terjadi hampir setiap hari, menyebabkan ratusan korban jiwa sejak kesepakatan diberlakukan.

Sementara itu, di Yerusalem Timur yang diduduki, ribuan jemaah memadati kompleks Masjid Al-Aqsa untuk melaksanakan salat tarawih pada malam pertama Ramadan. Ibadah berlangsung di tengah peningkatan pengamanan oleh otoritas Israel, termasuk penempatan polisi di dalam area kompleks.

Menurut data yang dikutip dari otoritas Yerusalem, lebih dari 250 perintah pelarangan masuk ke Al-Aqsa telah dikeluarkan sejak awal 2026. Ketegangan juga meningkat di Tepi Barat yang diduduki, termasuk Yerusalem Timur, seiring operasi militer Israel dan meningkatnya serangan pemukim terhadap warga Palestina.

Negara Teluk Mulai Rabu

Di kawasan Teluk, Arab Saudi mengumumkan bahwa hilal terlihat pada Selasa malam sehingga puasa dimulai Rabu. Otoritas keagamaan di Qatar, Uni Emirat Arab, Kuwait, Bahrain, Palestina, Sudan, Somalia, dan Djibouti juga menetapkan Rabu sebagai hari pertama Ramadan.

Di Irak, Dewan Wakaf Sunni menyatakan puasa dimulai Rabu. Umat Muslim Syiah di negara tersebut juga memulai Ramadan pada hari yang sama. Di Lebanon, Mufti Sheikh Abdul Latif Derian mengumumkan umat Muslim Sunni memulai puasa pada Rabu.

Meskipun perhitungan astronomi telah berkembang pesat, banyak negara Muslim masih mengandalkan rukyat atau pengamatan langsung hilal untuk menetapkan awal bulan Hijriah. Praktik ini merujuk pada tradisi sejak masa Nabi Muhammad SAW.

Selama Ramadan, umat Islam menahan diri dari makan, minum, dan merokok sejak fajar hingga matahari terbenam. Waktu berbuka puasa dikenal sebagai iftar. Umat Muslim meyakini Ramadan sebagai bulan turunnya wahyu pertama Al-Qur’an kepada Nabi Muhammad sekitar 14 abad lalu.

Sejumlah Negara Mulai Kamis

Beberapa negara menetapkan awal Ramadan pada Kamis karena hilal tidak terlihat pada Selasa malam. Mufti Mesir, Nazir Ayyad, menyatakan Mesir memulai puasa pada Kamis.

Keputusan serupa diumumkan otoritas keagamaan di Yordania, Suriah, Indonesia, Pakistan, Iran, Tunisia, dan Malaysia.

Umat Muslim di Turkiye, Oman, Singapura, dan Australia juga mulai berpuasa pada Kamis, dengan sebagian otoritas menggunakan perhitungan astronomi untuk menetapkan awal bulan suci.