HARIAN NEGERI - Tim Redaksi Harian Negeri telah melakukan penelusuran fakta mendalam terkait informasi yang beredar luas dengan judul '[SALAH] Cek Fakta: Tidak Benar Ini Link Pendaftaran SIM Online Gratis hingga 28 Februari 2026'. Berdasarkan pantauan kami, isu ini telah memicu beragam tanggapan dari netizen di berbagai platform media sosial.
Hasil Pemeriksaan Fakta
Setelah melakukan kroscek data dan memverifikasi sumber-sumber terkait, kami menemukan adanya ketidaksesuaian antara narasi yang beredar dengan fakta yang ada di lapangan. Tim Redaksi berupaya menyajikan klarifikasi agar masyarakat tidak terjebak dalam informasi yang menyesatkan.
Tim Redaksi Harian Negeri, Jakarta - Cek Fakta Tim Redaksi Harian Negeri mendapati klaim link pendaftaran SIM online gratis hingga 28 Februari 2026, informasi tersebut diunggah salah satu akun Facebook, pada 6 Februari 2026. Klaim link pendaftaran SIM online gratis hingga 28 Februari 2026 berupa tulisan sebagai berikut. "📢 BURUAN DAFTAR! SIM ONLINE GRATIS TAHUN 2026 ⏰ BATAS WAKTU PENDAFTARAN: HINGGA 28 FEBRUARI 2026 ✅ Tanpa biaya pendaftaran ✅ Proses lebih cepat secara daring." Dalam unggahan tersebut terdapat menu daftar, jika menu tersebut diklik akan muncul link berikut. "https://sim-gratis.cek-registrasi.online/?fbclid=IwY2xjawP0-DxleHRuA2FlbQIxMQBicmlkETFhU3psQmZUQjRQMXplczBXc3J0YwZhcHBfaWQQMjIyMDM5MTc4ODIwMDg5MgABHtDnVF1myJ0zEpLTwToXFIKsH3BAgnSx9lBL6GTNe2dNEuM2JS39oLnjWcJK_aem_mVIY1yJsbYc7AYb2CvDtIQ" Link tersebut mengarah pada halaman situs yang meminta sejumlah identitas seperti nama, alamat lengkap, jenis kelamin, jenis SIM dan nomor Telegram. Benarkah klaim link pendaftaran SIM online gratis hingga 28 Februari 2026? Simak penelusuran Cek Fakta Tim Redaksi Harian Negeri.
Kesimpulan
Berdasarkan seluruh bukti dan data yang dikumpulkan, dapat disimpulkan bahwa informasi tersebut masuk dalam kategori SALAH. Narasi yang dibangun cenderung manipulatif dan tidak didukung oleh bukti otoritatif dari instansi terkait.
Masyarakat diimbau untuk selalu waspada terhadap penyebaran berita palsu atau hoaks. Selalu lakukan verifikasi mandiri dan hanya merujuk pada informasi resmi guna menghindari kerugian akibat disinformasi digital yang marak terjadi.
Rujukan Informasi: Lihat Data Sumber Asli

Komentar