HARIAN NEGERI - Tim Redaksi Harian Negeri telah melakukan penelusuran fakta mendalam terkait informasi yang beredar luas dengan judul '[SALAH] Trump Menyerah Terhadap Iran'. Berdasarkan pantauan kami, isu ini telah memicu beragam tanggapan dari netizen di berbagai platform media sosial. Hasil Pemeriksaan Fakta Setelah melakukan kroscek data dan memverifikasi sumber-sumber terkait, kami menemukan adanya ketidaksesuaian antara narasi yang beredar dengan fakta yang ada di lapangan.

Tim Redaksi berupaya menyajikan klarifikasi agar masyarakat tidak terjebak dalam informasi yang menyesatkan. Beredar unggahan video [arsip] pada dari akun Facebook “Eqiss Saputra” berisi narasi: "Akhirnya presiden Amerika Donald Trump menyerah terhadap Iran. Donald Trump takut karena tekanan global".

Baca Juga:
Politik dan Keamanan

Per , unggahan tersebut mendapat lebih dari 12.400-an tanda suka, 1.140-an komentar, dan dibagikan ulang lebih dari 459 kali oleh pengguna Facebook lainnya. Tim Pemeriksa Fakta

Disebutkan, Presiden AS Donald Trump menawarkan rencana gencatan senjata kepada Iran melalui proposal 15 poin untuk mengakhiri konflik di Timur Tengah yang telah berlangsung sekitar empat pekan. Terbaru, pada , Trump juga mengeklaim AS telah mencapai kemajuan dalam negosiasi, termasuk memperoleh sejumlah konsesi penting dari Teheran.

Hasilnya, video itu merupakan potongan berita dari channel YouTube MetroTVNews. Disebutkan, meskipun Gedung Putih mulai terbuka untuk mengakhiri agresi, Trump menegaskan akan terus menyerang fasilitas vital Iran hingga tujuannya tercapai jika negara tersebut tidak menyerah. Sebelumnya, dilansir dari pemberitaan cnnindonesia.com “Diplomasi 'Jagoan' Trump Tekan Iran Pakai Ekonomi hingga Kapal Perang” yang tayang , Trump menekan Iran melalui langkah militer dan ekonomi.

Ia mengirim sejumlah kapal perang ke Timur Tengah pada untuk menekan posisi Iran, sekaligus mendorong konsesi strategis terkait program nuklir, rudal, dan aktivitas regionalnya. Tekanan juga diperkuat dengan usulan Trump tentang tarif 25 persen bagi negara-negara yang berdagang dengan Iran, yang diumumkan pada . Sepanjang penelusuran, tidak ditemukan pernyataan “Trump menyerah terhadap Iran”.

Salah Sumber: