HARIAN NEGERI - Tim Redaksi Harian Negeri telah melakukan penelusuran fakta mendalam terkait informasi yang beredar luas dengan judul '[SALAH] Video "Perdana Menteri Israel Dimasukkan ke Ambulans"'. Berdasarkan pantauan kami, isu ini telah memicu beragam tanggapan dari netizen di berbagai platform media sosial. Hasil Pemeriksaan Fakta Setelah melakukan kroscek data dan memverifikasi sumber-sumber terkait, kami menemukan adanya ketidaksesuaian antara narasi yang beredar dengan fakta yang ada di lapangan.
Tim Redaksi berupaya menyajikan klarifikasi agar masyarakat tidak terjebak dalam informasi yang menyesatkan. Akun Instagram “info.palestina99” pada Sabtu, mengunggah video [arsip] menunjukkan. Video itu disertai dengan narasi sebagai berikut: PERINGATAN PENTING: REKAMAN EKSKLUSIF PERDANA MENTERI ISRAEL YANG DITUTUPI SEPRAI PUTIH SAAT DIMASUKKAN KE DALAM AMBULANS. Hingga artikel ini diterbitkan, unggahan tersebut telah diputar lebih dari 2.900 kali, 15 interaksi komentar, dan 118 disukai.
Baca Juga :
[SALAH] Trump Menyerah Terhadap IranBaca Juga:
Gibran Rakabuming
Tim Pemeriksa Fakta
Berdasarkan laporan Al Jazeera pada 12 Maret 2026, serangan “double tap” memang terjadi di kawasan pesisir Ramlet al-Baida, Beirut, yang saat itu menjadi lokasi penampungan ratusan warga Lebanon yang mengungsi akibat meningkatnya konflik
Justru, Netanyahu masih terlihat aktif dalam berbagai kegiatan resmi yang dilaporkan oleh media internasional dan akun Instagram resminya b.netanyahu yang sudah terverifikasi. Selain itu, Benjamin Netanyahu juga membantah rumor bahwa dirinya telah meninggal dunia. Klarifikasi ini muncul setelah konferensinya pada Jumat, 13 Maret 2026 sempat memicu isu keliru bahwa ia memiliki enam jari.
Dalam video tersebut, Netanyahu tampak dalam kondisi baik dan menunjukkan tangannya dengan lima jari untuk menegaskan bahwa klaim yang beredar tidak benar. Selain itu, hingga saat ini tidak ada konfirmasi dari otoritas resmi Israel mengenai adanya gangguan kesehatan serius atau insiden yang mengharuskan Perdana Menteri Benjamin Netanyahu dibawa menggunaka... Kesimpulan Berdasarkan seluruh bukti dan data yang dikumpulkan, dapat disimpulkan bahwa informasi tersebut masuk dalam kategori HOAKS / SALAH.
Narasi yang dibangun cenderung manipulatif dan tidak didukung oleh bukti otoritatif dari instansi terkait. Masyarakat diimbau untuk selalu waspada terhadap penyebaran berita palsu atau hoaks. Selalu lakukan verifikasi mandiri dan hanya merujuk pada informasi resmi guna menghindari kerugian akibat disinformasi digital yang marak terjadi.
Rujukan Informasi: Lihat Data Sumber Asli


Komentar