HARIAN NEGERI - RADARBANDUNG.ID, KOTA BANDUNG - PLN Unit Induk Pusat Pengatur Beban Jawa, Madura, dan Bali (UIP2B Jamali) melalui Yayasan Baitul Maal (YBM) PLN Unit Pelaksana Pengatur Beban Jawa Barat (UP2B Jawa Barat) laksanakan Tebar Berkah Daging. Bantuan satu ekor sapi seberat 420 kilogram dari total empat ekor sapi dan lima ekor kambing telah disalurkan kepada 106 mustahik di Kota Bandung. Aksi sosial keagamaan ini berlangsung di Yayasan Pesantren Tahdzibul Washiyyah, Kelurahan Gumuruh.RADARBANDUNG.ID, KOTA BANDUNG – PLN Unit Induk Pusat Pengatur Beban Jawa, Madura, dan Bali (UIP2B Jamali) melalui Yayasan Baitul Maal (YBM) PLN Unit Pelaksana Pengatur Beban Jawa Barat (UP2B Jawa Barat) laksanakan Tebar Berkah Daging.
Bantuan satu ekor sapi seberat 420 kilogram dari total empat ekor sapi dan lima ekor kambing telah disalurkan kepada 106 mustahik di Kota Bandung. Aksi sosial keagamaan ini berlangsung di Yayasan Pesantren Tahdzibul Washiyyah, Kelurahan Gumuruh.Program bertajuk Tebar Daging Berkah ini menyasar santri dan warga dhuafa. Selain menyalurkan daging, PLN menyerahkan biaya operasional untuk pengelolaan pesantren.
Penyaluran ini menjadi wujud nyata kepedulian sosial menyambut Hari Raya Iduladha. Momentum tersebut dimanfaatkan perusahaan untuk berbagi kebahagiaan dengan masyarakat.General Manager PLN UIP2B Jamali, Munawwar Furqan, menegaskan esensi utama program ini. Nilai tertinggi aksi sosial terletak pada kebermanfaatan langsung bagi penerima.
Manajemen berharap bantuan mampu mempererat tali silaturahmi dengan warga sekitar. Hubungan harmonis tersebut menjadi modal penting dalam mendukung operasional kelistrikan.Manager PLN UP2B Jawa Barat, Santo Kardono, turut memberikan penjelasan tambahan.
Program tahunan ini menjadi perwujudan rasa syukur seluruh insan PLN.
Santo berharap paket daging dapat meringankan beban ekonomi warga dhuafa. Kehadiran perusahaan diharapkan memberi dampak positif bagi lingkungan sekitar instalasi.Pihak yayasan dipilih karena mayoritas santri berasal dari keluarga kurang mampu.
Lembaga pendidikan keagamaan ini juga belum pernah menerima bantuan dari PLN.
Kondisi sosial ekonomi warga sekitar didominasi pekerja sektor informal. Mereka umumnya bekerja sebagai buruh harian lepas dan pedagang kecil.Perwakilan penerima manfaat, Ustadz Wawan Shafwan Shalehuddin, menyampaikan apresiasi mendalam.
Bantuan ini dinilai sangat membantu pemenuhan gizi para santri.
Pihak pesantren mendoakan kelancaran tugas PLN dalam melayani kebutuhan energi. Doa bersama dipanjatkan untuk keselamatan kerja seluruh petugas di lapangan.Penyaluran bantuan dilakukan dengan tertib, efisien dan menghindari antrean panjang. Langkah ini menjamin kenyamanan penerima manfaat di lingkungan pesantren.


Komentar