HARIAN NEGERI, Jakarta - Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) menggelar Seminar Pendidikan Gerakan #RukunSamaTeman bertajuk Kolaborasi Wujudkan Sekolah Aman dan Nyaman yang berlangsung di Aula Yustinus Lantai 15, Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya, Senin (15/12/2025).

Seminar ini menghadirkan Ketua Umum Pengurus Besar Pelajar Islam Indonesia (PB PII), Abdul Kohar Ruslan, sebagai salah satu pembicara.

Dalam paparannya, Abdul Kohar menegaskan bahwa nilai-nilai pencegahan perundungan (bullying) telah jelas diserukan dalam Al-Qur’an.

“Al-Qur’an mengajarkan kita untuk tidak saling mengolok-olok, tidak merendahkan, apalagi menindas yang lemah. Perilaku perundungan bukan hanya melanggar nilai kemanusiaan dan ajaran agama, tetapi juga berdampak serius terhadap kondisi psikologis korban,” tegasnya.

Ia juga mengungkapkan bahwa terdapat sekitar 1.900 data korban perundungan yang tercatat, sebuah angka yang menunjukkan urgensi penanganan persoalan ini secara serius dan berkelanjutan. Menurutnya, sekolah harus menjadi ruang yang aman, nyaman, dan mendukung tumbuh kembang peserta didik, baik secara akademik maupun mental.

“Data ini menjadi alarm bagi kita semua. Tidak cukup hanya prihatin, tetapi harus ada sikap dan tindakan nyata. Kolaborasi antara sekolah, orang tua, organisasi kepemudaan, dan seluruh pemangku kepentingan sangat diperlukan untuk mewujudkan sekolah yang aman dan nyaman,” lanjutnya.

Melalui Gerakan #RukunSamaTeman, para peserta seminar diajak untuk membangun budaya saling menghargai, empati, dan solidaritas di lingkungan pendidikan sebagai langkah konkret mencegah perundungan serta menciptakan ekosistem sekolah yang ramah bagi semua.

Seminar ini diharapkan menjadi momentum penguatan komitmen bersama dalam melawan perundungan dan mendorong lahirnya kebijakan serta praktik pendidikan yang berorientasi pada keselamatan dan kesejahteraan peserta didik.