HARIAN NEGERI - Tim pelatih mulai meninggalkan pendekatan mental dan beralih ke strategi khusus menghadapi laga puncak. Allstar Jakarta memilih pendekatan strategi yang sederhana namun efektif untuk mengamankan tiket final MLSC 2026.RADARBANDUNG.ID, KUDUS – Tim pelatih mulai meninggalkan pendekatan mental dan beralih ke strategi khusus menghadapi laga puncak.

Allstar Jakarta memilih pendekatan strategi yang sederhana namun efektif untuk mengamankan tiket final MLSC 2026.Assistant Coach Allstar Jakarta, Sasi Kirana mengungkapkan pembagian tugas yang jelas kepada setiap pemain menjadi kunci permainan tim sepanjang semifinal di Supersoccer Arena, Kudus,.Sasi mengungkapkan strategi yang diterapkan tidak terlalu rumit karena mayoritas pemain masih berada pada usia muda.

Tim pelatih lebih memilih memberikan peran spesifik kepada setiap pemain agar mereka tidak kehilangan fokus saat pertandingan berlangsung.“Kalau untuk anak seusia mereka diberikan strategi yang terlalu banyak, biasanya akan lupa ketika berada di lapangan. Jadi kami berikan tugas sesuai posisi masing-masing,” ujar Sasi di Supersoccer Arena, Kudus,.Sasi menjelaskan pada pertandingan semifinal melawan Allstar Yogyakarta, Jakarta sempat mengalami kesulitan menembus pertahanan lawan. Serangan yang dibangun beberapa kali mampu menciptakan peluang, namun penyelesaian akhir masih menjadi pekerjaan rumah yang belum terselesaikan.Selain kendala finishing, faktor ketegangan juga memengaruhi permainan pada babak pertama.

Para pemain datang dengan tekanan besar karena laga semifinal menjadi penentu langkah menuju partai final.Situasi yang membuat tim pelatih tidak banyak melakukan perubahan taktik. Sasi justru memilih mempertahankan pola permainan dan membangun kepercayaan diri para pemain.Menurutnya, memasuki babak kedua, strategi sederhana yang diterapkan mulai berjalan efektif. Para pemain mulai memahami instruksi yang diberikan sehingga permainan menjadi lebih tenang dan aliran bola lebih terorganisasi.Sasi mengaku sengaja memberikan tanggung jawab kepada beberapa pemain senior di lapangan untuk mengambil keputusan saat pertandingan berlangsung.

Pemain merupakan pihak yang paling memahami situasi pertandingan secara langsung.“Saya hanya memanggil beberapa pemain dan mengatakan mereka yang memimpin di lapangan. Mereka yang tahu masalahnya dan mereka juga yang harus mencari solusinya,” katanya.Sasi menegaskan menjelang partai final, fokus tim kini mulai berubah.

Jika sebelumnya tim pelatih lebih banyak membangun mental pemain, mulai Sabtu (27/6) malam evaluasi akan diarahkan sepenuhnya pada strategi pertandingan.Sasi berencana memanggil beberapa pemain secara khusus untuk membahas skema permainan menghadapi calon lawan di final.

Diskusi akan mencakup posisi bermain, tugas individu, hingga antisipasi terhadap kekuatan lawan.Tim pelatih juga memanfaatkan kebiasaan para pemain yang sering menyaksikan pertandingan melalui siaran langsung di internet.

Pendapat para pemain mengenai calon lawan akan menjadi bahan evaluasi tambahan sebelum laga puncak.Allstar Jakarta sendiri masih menunggu pemenang antara Allstar Kudus dan Allstar Surabaya. Meski pernah mengalahkan Surabaya di fase grup, Sasi menegaskan hasil tidak bisa dijadikan patokan.Surabaya tentu tidak ingin kembali mengalami kekalahan jika bertemu di final.

Sementara Kudus juga menjadi ancaman serius karena belum terkalahkan dan belum kebobolan sejak awal turnamen.“Siapa pun lawannya harus kami antisipasi. Kudus punya catatan belum terkalahkan dan belum kebobolan, sedangkan Surabaya sudah pernah kami hadapi.

Semua harus dipersiapkan dengan matang,” ujar Sasi.Sasi menambahkan strategi utama Allstar Jakarta pada laga final, menjaga mental pemain, memberikan tugas yang jelas di setiap posisi, serta memastikan seluruh pemain memahami perannya.