Wakil Menteri Ketenagakerjaan Afriansyah Noor menegaskan bahwa saat ini, dunia kerja menuntut pekerja untuk memiliki kemampuan dan kompetensi yang sesuai dengan kebutuhan industri, bukan hanya mengandalkan ijazah. Hal ini penting agar pekerja dapat beradaptasi dengan perubahan yang terjadi dengan cepat. "Dunia kerja saat ini tidak hanya melihat ijazah, tetapi juga kompetensi.
Sertifikasi menjadi nilai tambah penting agar pekerja mampu bersaing dan berkembang, serta menyesuaikan diri dengan kebutuhan industri," kata Afriansyah Noor saat membuka Rapat Kerja Nasional Serikat Pekerja Sucofindo di Jakarta, . Ia menjelaskan bahwa penguatan kompetensi dapat dilakukan melalui kerja sama dengan berbagai lembaga pelatihan dan sertifikasi. Ini termasuk balai pelatihan vokasi Kementerian Ketenagakerjaan, Politeknik Ketenagakerjaan, serta Badan Nasional Sertifikasi Profesi.
Program-program tersebut mencakup pelatihan vokasi, sertifikasi kompetensi, dan peningkatan keterampilan sesuai kebutuhan industri. Selain itu, Afriansyah Noor juga menekankan pentingnya hubungan industrial yang harmonis di lingkungan kerja. Ia mengajak serikat pekerja di Sucofindo untuk menjaga persatuan dan mengedepankan musyawarah dalam menyelesaikan berbagai persoalan di tempat kerja.
"Jika komunikasi berjalan baik dan semua pihak saling mendukung, maka perusahaan akan maju dan pekerja semakin sejahtera," katanya. Sementara itu, Direktur Utama PT Sucofindo, Sandry Pasambuna, menambahkan bahwa keberhasilan perusahaan tidak hanya ditentukan oleh kinerja bisnis, tetapi juga oleh kualitas sumber daya manusia di dalamnya. Ia menilai kesejahteraan pegawai dan keluarganya menjadi bagian penting dalam menjaga keberlanjutan perusahaan.
"Dengan semangat kebersamaan, saling percaya, dan komitmen yang kuat, kita dapat terus menjaga harmoni dan bersama-sama mengawal masa depan perusahaan menjadi lebih baik," tegasnya.


Komentar