HARIAN NEGERI - Dukungan terhadap langkah pemerintah mengevaluasi Program Makan Bergizi Gratis (MBG) datang dari Fraksi Gerindra DPRD Kota Bandung. Evaluasi dinilai penting untuk memastikan program yang menjangkau ratusan ribu penerima manfaat tersebut berjalan semakin efektif dan tepat sasaran.RADARBANDUNG.ID, KOTA BANDUNG – Dukungan terhadap langkah pemerintah mengevaluasi Program Makan Bergizi Gratis (MBG) datang dari Fraksi Gerindra DPRD Kota Bandung.

Evaluasi dinilai penting untuk memastikan program yang menjangkau ratusan ribu penerima manfaat tersebut berjalan semakin efektif dan tepat sasaran.Wakil Ketua DPRD Kota Bandung, Toni Wijaya mengatakan program berskala besar seperti MBG membutuhkan penyempurnaan secara berkelanjutan.

Karena itu, berbagai masukan dan kritik yang berkembang di masyarakat perlu dijadikan bahan evaluasi untuk memperkuat pelaksanaan program.“Setiap program besar pasti menghadapi dinamika di lapangan. Kritik dan masukan harus dijadikan bahan evaluasi agar pelaksanaannya semakin baik,” ujar Toni,.Di Kota Bandung, Program MBG saat ini didukung oleh 247 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur MBG yang telah beroperasi.

Program tersebut menjangkau 580.674 penerima manfaat, mulai dari peserta didik, ibu hamil, ibu menyusui, hingga balita.Menurut Toni, besarnya cakupan program menjadi alasan kuat perlunya evaluasi secara berkala.

Dengan jumlah penerima manfaat yang besar, aspek pengelolaan, distribusi, hingga pengawasan harus terus diperkuat.“Program sebesar ini tentu memerlukan pengelolaan yang baik. Evaluasi menjadi instrumen penting agar seluruh proses berjalan sesuai ketentuan dan manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat,” katanya.Ia menegaskan evaluasi yang dilakukan pemerintah tidak boleh dimaknai sebagai penghentian program.

Sebaliknya, langkah tersebut merupakan upaya penyempurnaan agar kualitas layanan semakin baik.Toni menilai Program MBG memiliki peran strategis dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia melalui pemenuhan gizi anak-anak sekolah.

Selain itu, program tersebut juga memberikan dampak ekonomi melalui keterlibatan berbagai pihak dalam rantai penyediaan makanan.Saat ini Badan Gizi Nasional (BGN) tengah melakukan penghentian sementara sejumlah kegiatan dalam Program MBG untuk kepentingan audit dan evaluasi. Langkah itu mencakup peninjauan standar operasional, penguatan tata kelola, serta penyesuaian skema kemitraan guna meningkatkan efektivitas pelaksanaan program.Pemerintah memastikan proses tersebut merupakan bagian dari penyempurnaan program dan bukan penghentian permanen.

Setelah evaluasi selesai, program akan kembali berjalan dengan sistem yang lebih kuat dan terukur.Toni juga mengajak masyarakat untuk terus memberikan masukan secara konstruktif demi mendukung keberhasilan program-program pemerintah.“Pemerintah mendengarkan berbagai masukan yang berkembang.

Itu menunjukkan keseriusan untuk memastikan program berjalan lebih baik, lebih efektif, dan semakin tepat sasaran,” tuturnya.Toni menambahkan kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat menjadi kunci agar setiap kebijakan dapat memberikan manfaat yang maksimal bagi warga.“Kritik dan saran yang membangun, diperlukan untuk memastikan program berjalan secara efektif, akuntabel, dan berkelanjutan,” ujar Toni.