HARIAN NEGERI, Jakarta - Pemerintah Lebanon menyambut keputusan Arab Saudi untuk kembali membuka impor produk asal Lebanon setelah lebih dari lima tahun pembatasan. Langkah tersebut dinilai tidak hanya memberikan manfaat ekonomi, tetapi juga memiliki makna politik yang penting bagi hubungan kedua negara.

Menteri Ekonomi Lebanon, Amer Bisat, mengatakan keputusan Riyadh mencerminkan dukungan terhadap Lebanon di tengah upaya negara tersebut memulihkan perekonomian dan memperkuat hubungan dengan negara-negara Arab.

“Keputusan ini mencerminkan dua hal. Di luar dampak ekonomi, keputusan ini memiliki signifikansi politik yang sangat penting. Gagasan bahwa Lebanon telah terpinggirkan dari dunia Arab tidak dapat diterima,” ujar Bisat kepada RIA Novosti, Sabtu.

Menurut Bisat, pencabutan pembatasan impor tersebut dapat menjadi awal bagi kembalinya Lebanon ke ruang ekonomi Arab serta membuka peluang baru bagi para produsen dan eksportir Lebanon untuk memperluas akses pasar di kawasan Teluk.

Sebelumnya, pada Kamis (11/6), Arab Saudi mengumumkan pencabutan larangan impor produk Lebanon yang telah diberlakukan sejak April 2021. Pemerintah Saudi menyatakan keputusan tersebut diambil setelah melakukan konsultasi dengan Presiden Lebanon, Joseph Aoun, serta mempertimbangkan langkah-langkah yang telah dilakukan Beirut dalam memperketat pengawasan ekspor dan memberantas praktik penyelundupan.

Sebelum pembatasan diberlakukan, negara-negara Teluk merupakan mitra dagang penting bagi Lebanon. Kawasan tersebut menyerap sekitar 45 persen ekspor pertanian Lebanon, dengan Arab Saudi menjadi salah satu pasar terbesar bagi produk-produk pertanian dan hasil industri Lebanon.

Pengamat menilai keputusan Riyadh dapat menjadi momentum bagi pemulihan hubungan ekonomi antara Lebanon dan negara-negara Teluk yang selama beberapa tahun terakhir mengalami ketegangan. Selain membantu meningkatkan ekspor, kebijakan tersebut juga berpotensi mendorong pemulihan sektor pertanian dan industri Lebanon yang terdampak krisis ekonomi berkepanjangan.

Pemerintah Lebanon berharap langkah Arab Saudi dapat diikuti oleh negara-negara Teluk lainnya sehingga memperluas akses pasar dan mempercepat pemulihan ekonomi nasional.