HARIAN NEGERI, Jakarta - Harapan masyarakat di 13 pulau Kecamatan Kepulauan Sangkarrang, Kota Makassar, untuk memperoleh akses transportasi laut yang lebih mudah kini menjadi kenyataan. Pemerintah Kota Makassar resmi meluncurkan layanan transportasi laut gratis "Pete-pete Laut" yang dilayani menggunakan KM Banawa Nusantara 27.

Peresmian layanan tersebut dilakukan oleh Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, di Dermaga Pulau Barrang Lompo, Jumat (12/6). Program ini menjadi solusi bagi warga kepulauan yang selama ini menghadapi keterbatasan akses transportasi antar pulau.

Pete-pete Laut merupakan layanan transportasi laut gratis yang menghubungkan sejumlah pulau di gugusan Kepulauan Spermonde. Nama "pete-pete" sendiri merupakan sebutan khas masyarakat Makassar untuk angkutan umum perkotaan.

Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin menjelaskan bahwa kehadiran layanan tersebut merupakan bentuk komitmen pemerintah dalam menghadirkan pemerataan pembangunan hingga wilayah kepulauan.

Program ini juga menjadi realisasi perjuangan yang telah dimulai sejak Oktober 2025 ketika Pemerintah Kota Makassar mengajukan kebutuhan transportasi laut bagi masyarakat kepulauan kepada Direktorat Jenderal Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan.

Selama ini, warga kepulauan memiliki akses transportasi menuju Kota Makassar, namun layanan antar pulau masih sangat terbatas dan hanya beroperasi pada waktu-waktu tertentu. Kondisi tersebut menyulitkan mobilitas masyarakat, terutama pelajar, guru, tenaga kesehatan, nelayan, dan pelaku usaha.

Rosdiana, warga Pulau Barrang Lompo, mengaku bersyukur atas hadirnya layanan transportasi laut gratis tersebut.

“Masya Allah, ini sangat membantu sekali untuk masyarakat pergi antara pulau satu dan pulau lain. Apalagi ini gratis. Kami sangat berterima kasih kepada Pak Wali Kota,” ujarnya.

Kecamatan Kepulauan Sangkarrang sendiri mencakup 13 pulau, yakni Pulau Barrang Lompo, Barrang Caddi, Bone Tambung, Kodingareng Keke, Kodingareng Lompo, Lae-Lae, Samalona, Lakkang, Kayangan, Lumu-Lumu, Bonebattang, Langkai, dan Lanjukang.

KM Banawa Nusantara 27 akan beroperasi secara reguler setiap Senin dengan rute yang menghubungkan Pulau Barrang Lompo, Bone Tambu, Lumu-Lumu, Langkai, hingga pulau-pulau terluar lainnya sebelum kembali ke titik keberangkatan.

Kehadiran Pete-pete Laut diharapkan mampu meningkatkan akses pendidikan, mempercepat layanan kesehatan, memperkuat aktivitas ekonomi masyarakat, serta mendorong konektivitas antar pulau yang selama ini masih terbatas.

Selain menjadi sarana transportasi, Pete-pete Laut juga menjadi simbol pemerataan pembangunan dan kehadiran negara bagi masyarakat kepulauan. Pemerintah Kota Makassar menegaskan bahwa fasilitas tersebut merupakan milik masyarakat yang harus dijaga dan dimanfaatkan bersama demi meningkatkan kesejahteraan warga di wilayah kepulauan.

Dengan beroperasinya KM Banawa Nusantara 27, masyarakat Kepulauan Sangkarrang kini memiliki akses yang lebih mudah, terjangkau, dan berkelanjutan untuk mendukung berbagai aktivitas sosial maupun ekonomi, sekaligus membuka peluang baru bagi kemajuan wilayah kepulauan Kota Makassar.