HARIAN NEGERI - Presiden Prabowo Subianto mengambil langkah taktis untuk mempercepat pemulihan wilayah terdampak bencana di Pulau Sumatra. Melalui pembentukan Satuan Tugas (Satgas) Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi, Kepala Negara menginstruksikan penanganan intensif bagi tiga provinsi sekaligus, yakni Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat, guna memastikan warga terdampak segera mendapatkan kepastian hidup.

Menteri Sekretaris Negara, Prasetyo Hadi, mengungkapkan bahwa tongkat komando Satgas ini diserahkan kepada Menteri Dalam Negeri, Tito Karnavian. Dalam menjalankan tugasnya, Tito akan didampingi oleh Richard Tampubolon sebagai Wakil Ketua, sementara jajaran Dewan Pengarah akan dipimpin langsung oleh Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK).

Keputusan menunjuk Mendagri sebagai ketua bukan tanpa alasan. Luasnya cakupan wilayah yang terdampak di tiga provinsi memerlukan koordinasi lintas daerah yang kuat. Presiden meyakini bahwa di bawah kendali Kementerian Dalam Negeri, sinkronisasi antara pemerintah pusat dan daerah dapat berjalan lebih efektif dan birokrasi yang menghambat pemulihan bisa dipangkas.

Fokus utama pemerintah saat ini adalah penyediaan hunian yang layak bagi para pengungsi. Mensesneg menegaskan bahwa Presiden menginginkan pembangunan rumah bagi warga dilakukan secepat mungkin. Targetnya jelas: meminimalisir waktu tinggal warga di tenda-tenda darurat dan mengembalikan mereka ke kehidupan yang lebih stabil dengan fasilitas tempat tinggal yang memadai.

Selain pembangunan fisik, pemerintah juga menyiapkan skema kompensasi cepat bagi rumah yang mengalami kerusakan kategori ringan hingga sedang. Dengan melibatkan berbagai instansi mulai dari Kementerian Pekerjaan Umum, Polri, hingga Danantara, diharapkan proses perbaikan mandiri oleh warga dapat segera dimulai sehingga roda ekonomi dan sosial di wilayah bencana kembali berputar normal.