Harian Negeri,Sorong - Selama 2 (dua) hari, 30-31 Januari 2026, Forum Dekan Asosiasi Institusi Pendidikan Kedokteran Indonesia (AIPKI) mengadakan pertemuan di Sorong. 

Pertemuan tersebut bertujuan guna memperkuat dan meningkatkan mutu pendidikan kedokteran di Indonesia.

Pertemuan ini disepakati beberapa rekomendasi strategis, dituangkan dalam poin - poin utama yang disampaikan oleh Ketua Umum AIPKI, Prof. dr. Wisnu Barlianto di Ruang Etamin Vega Hotel Sorong, Sabtu, (31/1/2026).

Wisnu Barlianto mengatakan, AIPKI akan mendorong pembukaan Program Studi baru dokter spesialis dan subspesialis dalam rangka mendukung program asta cita Presiden Prabowo Subianto, guna menjamin distribusi layanan kesehatan di Seluruh Indonesia, namun dengan tetap menjaga mutu pendidikan. 

"Tentunya AIPKI akan terlibat aktif dalam upaya pendirian program RSPPU dengan mengacu pada aturan pendirian Program studi yang telah ditetapkan oleh kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi," kata Wisnu.

Dirinya menambahkan, Siap menjalankan program penyebaran PPDS Senior ke daerah Tertinggal, Terdepan, dan Terluar (3T), guna memenuhi kompetensi pendidikan dan memberikan pelayanan spesialis dan subspesialis.

"Kami juga mendorong upaya implementasi dari keputusan MK nomor 111/PUU-XXII/2024 dengan tetap menjaga keberlanjutan pendidikan kedokteran dan juga mendorong pendidikan spesialis dan subspesialis untuk mendapatkan berbagai skema pembiayaan beasiswa seperti LPDP," ujar Wisnu.

Rekomendasi ini diharapkan menjadi pedoman bagi seluruh fakultas kedokteran dan pemangku kepentingan dalam pendidikan kedokteran di Indonesia untuk meningkatkan kualitas pendidikan serta layanan kesehatan. 

"Forum Dekan AIPKI berkomitmen untuk terus berperan aktif dalam mendukung pengembangan pendidikan kedokteran yang berorientasi pada kepentingan masyarakat, dan peningkatan layanan kesehatan di Indonesia," tegas Wisnu.

Membangun Sumber Daya Manusia (SDM) di bidang kedokteran kata Wisnu, merupakan tanggung jawab bersama, sehingga diperlukan sinergi dan kolaborasi yang erat antara fakultas kedokteran dan seluruh pemangku kepentingan.(R)