HARIAN NEGERI, JakartaKementerian Ekonomi Kreatif Republik Indonesia menegaskan komitmennya dalam memperkuat peran media digital sebagai ruang aman melalui kolaborasi dengan platform yang berfokus pada isu kesetaraan gender dan ketimpangan sosial.

Wakil Menteri Ekonomi Kreatif Irene Umar menyatakan Indonesia membutuhkan lebih banyak ruang dialog yang aman untuk membahas isu-isu penting seperti kesehatan mental dan dinamika keluarga.

“Indonesia membutuhkan lebih banyak ruang dialog yang aman, seperti Magdalene, agar masyarakat tidak hanya memahami, tetapi juga dapat saling terhubung dan mencari solusi bersama,” ujar Irene dalam keterangan resmi, Rabu.

Ia menekankan bahwa perempuan memiliki peran strategis sebagai penggerak utama dalam industri kreatif dan pembangunan sosial. Sejalan dengan semangat Hari Kartini, kolaborasi dinilai penting untuk mendorong ekonomi kreatif berbasis komunitas, termasuk pemberdayaan perempuan melalui narasi yang inklusif.

Menurut Irene, media memiliki peran kunci dalam membentuk perspektif publik terhadap berbagai isu, termasuk perkembangan industri kreatif. Karena itu, kerja sama dengan Magdalene diharapkan dapat memperluas literasi digital sekaligus menghadirkan konten yang relevan dan berdampak.

Sementara itu, Pemimpin Redaksi Magdalene Devi Asmarani menjelaskan bahwa Magdalene merupakan media independen yang fokus pada isu gender, keberagaman, dan keadilan sosial dengan pendekatan jurnalisme berbasis solusi.

“Magdalene hadir untuk mengangkat isu-isu yang berdampak pada perempuan dan kelompok rentan, tidak hanya menyoroti permasalahan, tetapi juga menghadirkan perspektif solusi yang mendorong perubahan sosial yang lebih inklusif,” kata Devi.

Audiensi antara kedua pihak menjadi langkah awal penjajakan kerja sama konkret, termasuk melalui kampanye publik, partisipasi dalam forum dan festival, serta penguatan kapasitas pelaku industri kreatif.

Magdalene juga memperkenalkan sejumlah program strategis 2026, seperti Sisterhood Festival, Pesta Literasi, Equality Talk, dan Women Lead Forum yang akan digelar pada September hingga November 2026.

Kementerian Ekraf menyambut positif inisiatif tersebut dan menyatakan kesiapan untuk berkolaborasi dalam memperkuat literasi digital yang berdampak luas.

Melalui pendekatan kolaborasi hexahelix, Kementerian Ekraf menegaskan komitmennya dalam mendukung pelaku industri kreatif melalui penguatan program dan kebijakan guna menghadirkan dampak nyata bagi industri media dan masyarakat yang lebih inklusif.