HARIAN NEGERI, Jakarta — Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu'ti mengingatkan para siswa untuk tidak melakukan perundungan (bullying) serta menjunjung tinggi sikap saling menghormati di lingkungan sekolah.
Pesan tersebut disampaikan saat kunjungannya ke SMP Katolik Stella Maris Tomohon, Rabu (22/4). Dalam kesempatan itu, ia menekankan pentingnya menjadikan sekolah sebagai tempat yang aman, nyaman, dan penuh rasa persaudaraan.
“Semua kita bersahabat, semua kita saudara. Karena itu hindari perundungan, hindari berkata yang menyakiti orang lain, dan hindari merendahkan sesama,” ujar Mu’ti.
Ia juga mengajak siswa untuk membangun budaya sekolah yang kondusif melalui sikap saling menghormati dan saling membantu. Menurutnya, lingkungan sosial yang sehat menjadi kunci terciptanya rasa aman di sekolah.
Selain itu, Mu’ti menyoroti pentingnya pola hidup sehat. Ia mengapresiasi pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan mengimbau siswa untuk membiasakan konsumsi makanan sehat serta menjaga kebugaran dengan berolahraga.
Mu’ti menambahkan bahwa kesehatan tidak hanya mencakup aspek jasmani, tetapi juga rohani. Ia mendorong siswa untuk membiasakan berdoa sebagai bentuk rasa syukur dan upaya menjaga keseimbangan hidup.
Lebih lanjut, ia mengingatkan pentingnya semangat belajar dan keberanian untuk menolak ajakan yang bertentangan dengan nilai agama. “Semua ilmu itu bermanfaat. Jadilah anak-anak hebat sesuai dengan bidangnya masing-masing,” tutupnya.


Komentar