HARIAN NEGERI - Langkat, Komitmen kaderisasi terus diteguhkan oleh Pengurus Wilayah Pelajar Islam Indonesia Sumatera Utara melalui pelaksanaan Leadership Basic Training (LBT) yang diselenggarakan di Yayasan Taman Pendidikan Islam Sawit Seberang, Kabupaten Langkat, pada 9–14 Maret 2026.
Kegiatan ini merupakan kelanjutan dari rangkaian LBT yang sebelumnya telah dilaksanakan di Madrasah Aliyah Negeri 1 Langkat pada 24 Februari 2026. Secara keseluruhan, jumlah peserta yang mengikuti proses kaderisasi dasar PII di Kabupaten Langkat mencapai sekitar 150 pelajar yang berasal dari berbagai sekolah menengah di wilayah Sumatera Utara.
Mengusung tema “Moderasi Beragama Melalui Tafaqquh Fiddin”, LBT PII ini diarahkan untuk membentuk pelajar yang tidak hanya memiliki kapasitas kepemimpinan, tetapi juga pemahaman keislaman yang mendalam (tafaqquh fiddin), sikap moderat dalam beragama, serta komitmen kebangsaan yang kuat. Proses kaderisasi ini diharapkan mampu melahirkan generasi pelajar Muslim yang berilmu, berakhlak, dan mampu mengambil peran strategis dalam kehidupan sosial kemasyarakatan.

Acara penutupan LBT turut dihadiri oleh Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Langkat, H. Ainul Aswad, M.A., serta jajaran pengurus Keluarga Besar Pelajar Islam Indonesia Sumatera Utara yang memberikan dukungan terhadap proses kaderisasi pelajar Islam di Sumatera Utara.
Dalam sambutannya, H. Ainul Aswad menyampaikan apresiasi atas konsistensi PII dalam membina generasi pelajar melalui proses kaderisasi yang sistematis dan berkelanjutan.
“PII harus mampu menjadi lokomotif penggerak kader pelajar yang berintelektual serta menjadi agen perubahan di tengah masyarakat,” ungkap Ainul Aswad.
Ia juga mengutip pesan ulama Besilam, Syekh H. Hasyim Al-Syarwani, yang menurutnya relevan dengan peran historis PII dalam perjuangan umat.
“Kalau umat Islam diganggu, PII lah tempatnya. Kalau umat Islam diusik, maka PII lah tempatnya berkumpul dan memperjuangkan umat,” ujarnya.
Pesan tersebut menjadi pengingat bahwa kader PII tidak hanya dituntut memiliki kapasitas intelektual, tetapi juga tanggung jawab moral dan sosial dalam menjaga kepentingan umat serta merawat harmoni kehidupan beragama di tengah masyarakat yang majemuk.
Sementara itu, jajaran Pengurus Wilayah Pelajar Islam Indonesia Sumatera Utara menegaskan bahwa tema moderasi beragama yang diangkat dalam LBT ini selaras dengan semangat pembinaan keagamaan yang juga terus digaungkan oleh Kementerian Agama.
Melalui pendekatan tafaqquh fiddin, kader PII didorong untuk memahami ajaran Islam secara mendalam, komprehensif, dan bijaksana, sehingga mampu menghadirkan wajah Islam yang rahmatan lil ‘alamin dalam kehidupan pelajar dan masyarakat.
Lebih dari sekadar pelatihan kepemimpinan, LBT PII merupakan proses pembentukan karakter dan kesadaran peran pelajar sebagai generasi penerus umat dan bangsa. Dengan bekal nilai keislaman, intelektualitas, serta semangat pengabdian, para kader diharapkan mampu menjadi pelopor perubahan positif di lingkungan sekolah, masjid, dan masyarakat.
Melalui kaderisasi yang berkelanjutan ini, PII Sumatera Utara optimistis dapat terus melahirkan generasi pelajar yang Muslim, cendekia, dan pemimpin, sekaligus memperkuat kontribusi pelajar Islam dalam membangun peradaban bangsa yang berlandaskan nilai-nilai keislaman dan kebangsaan.

Komentar