HARIAN NEGERI, Jakarta — Mayjen TNI (Mar) Dr. Oni Junianto menegaskan empat pilar utama Federasi Arung Jeram Indonesia (FAJI), yakni prestasi, pariwisata, lingkungan, dan kebencanaan, usai terpilih sebagai Ketua Umum Pengurus Besar FAJI periode 2025–2029 dalam Musyawarah Nasional (Munas) FAJI di Jakarta, Minggu (4/1).
“Empat pilar ini menjadi arah kebijakan FAJI agar tidak hanya berbicara soal olahraga dan prestasi, tetapi juga memberikan manfaat nyata bagi bangsa dan negara,” kata Oni dalam keterangan resminya, Selasa.
Oni terpilih secara aklamasi setelah menjadi calon tunggal dan memperoleh dukungan penuh dari peserta Munas yang terdiri atas 19 Pengurus Provinsi serta Pengurus Besar FAJI. Ia menggantikan Saud F. Tambatua yang memimpin FAJI pada periode 2021–2025.
Dalam pemaparan visi dan misinya, Oni menegaskan FAJI ke depan tidak hanya berorientasi pada pencapaian prestasi olahraga, tetapi juga harus berkontribusi nyata bagi masyarakat melalui pengembangan pariwisata arung jeram, pelestarian lingkungan sungai, serta peran aktif dalam kesiapsiagaan kebencanaan.
Penguatan pilar prestasi, menurut Oni, akan dilakukan melalui pembinaan atlet berkelanjutan, sistem kompetisi yang terstruktur, serta dukungan manajemen dan sport science yang modern.
Pada pilar pariwisata, FAJI akan mendorong pengembangan wisata arung jeram yang mengedepankan keselamatan, kualitas layanan, dan keberlanjutan ekosistem sungai.
Selain itu, FAJI juga memiliki tanggung jawab moral dalam menjaga lingkungan sungai sekaligus meningkatkan kapasitas sumber daya manusia arung jeram untuk mendukung mitigasi dan penanganan bencana berbasis alam.
“FAJI harus menjadi organisasi yang relevan dan berkelanjutan, kuat secara prestasi, namun juga bermartabat dalam perannya bagi lingkungan dan kemanusiaan,” ujar Oni.
Ia pun mengajak seluruh elemen FAJI, mulai dari pengurus daerah, atlet, pelatih, hingga wasit, untuk menjaga soliditas organisasi dan bekerja bersama memajukan olahraga arung jeram Indonesia.
“Amanah ini merupakan kehormatan sekaligus tanggung jawab besar. Tanpa kebersamaan, empat pilar yang kita cita-citakan tidak akan berjalan optimal,” katanya.
Munas FAJI 2026 dipimpin oleh Edy Candra (FAJI Jambi), Bandi Chairullah (FAJI Kalimantan Selatan), dan Hasballah (FAJI Aceh). Dari total 25 Pengurus Provinsi FAJI, sebanyak 19 Pengprov hadir, sementara beberapa lainnya berhalangan atau masih dalam proses peninjauan kepengurusan.
Sementara itu, Wakil Ketua Umum II Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Pusat Mayjen TNI (Purn) Soedarmo mengapresiasi kinerja FAJI periode 2021–2025, termasuk keberhasilan arung jeram tampil perdana di PON XXI Aceh–Sumatera Utara serta raihan posisi runner-up pada IRF World Championship 2025 di Malaysia.
Soedarmo juga menilai konsistensi FAJI dalam pembinaan atlet patut diapresiasi meski minim dukungan anggaran pemerintah, serta mendorong PB FAJI untuk aktif melobi agar cabang olahraga arung jeram kembali dipertandingkan pada PON 2028 Nusa Tenggara Timur–Nusa Tenggara Barat.
Setelah terpilih, Oni Junianto akan didampingi empat tim formatur, yakni Amalia Yunita, Hasballah S.Hut., Arie Sudharisman, dan Bayu Wira, untuk menyusun kepengurusan lengkap PB FAJI yang ditargetkan rampung dalam 30 hari ke depan.

Komentar