HARIAN NEGERI - ‎TANGERANG, Suara musik berpadu dengan lantunan puisi dalam gelaran Forum Dialektika SINUSA (FODIS) yang diselenggarakan Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Seni SINUSA STISNU Nusantara pada Sabtu (6/6/2026) malam. 

‎Mengusung tema “Musikalisasi Puisi: Tatkala Rima dan Nada Menyatukan Eksistensi", kegiatan ini menghadirkan pegiat seni Rizky Anugrah Putra sebagai narasumber utama.

‎FODIS menjadi ruang temu bagi mahasiswa untuk merayakan seni sekaligus mendiskusikan perannya dalam membentuk kesadaran, identitas, dan cara pandang terhadap kehidupan. 

WA_1780811623989
Penampilan Puisi oleh Salah Satu Kader Sinusa, Sabtu (7/6/2026)


‎Sejak awal acara, suasana berlangsung hangat melalui berbagai penampilan seni mahasiswa, mulai dari musikalisasi puisi, pembacaan puisi, hingga pertunjukan tari kreasi yang memantik apresiasi para peserta.

‎Ketua Umum UKM Seni SINUSA, Muhammad Aldiansyah, mengatakan bahwa FODIS hadir sebagai ruang yang mempertemukan kreativitas dengan refleksi intelektual.

‎“Melalui FODIS, kami ingin menunjukkan bahwa seni bukan sekadar hiburan. Seni adalah medium untuk menyampaikan gagasan, keresahan, dan identitas. Musikalisasi puisi kami pilih karena memperlihatkan bagaimana kata dan nada dapat menyatu menjadi ekspresi yang lebih hidup dan bermakna,” ujar Aldi.

‎Menurut Aldi, kampus perlu terus menghadirkan ruang-ruang kebudayaan yang memungkinkan mahasiswa berekspresi sekaligus mengembangkan daya kritis dan kepekaan sosial melalui karya seni.

Sementara itu, Ketua Pelaksana Achmad Syihabuddin Alwan menjelaskan bahwa FODIS dirancang tidak hanya sebagai panggung pertunjukan, tetapi juga forum dialog yang mempertemukan pelaku seni, mahasiswa, dan masyarakat kampus.

‎"Kami berharap peserta tidak hanya menikmati penampilan seni, tetapi juga memperoleh perspektif baru dari diskusi yang berlangsung," kata Alwan.

‎FODIS SINUSA, Alwan berkata, adalah ruang belajar bersama tentang bagaimana seni dapat menjadi sarana komunikasi, refleksi, dan penguatan eksistensi diri.

WA_1780811499215
Forum Dialektika Sinusa, (red)


‎Dalam sesi talk show, Rizky Anugrah Putra mengulas proses kreatif musikalisasi puisi sebagai perjumpaan antara kekuatan diksi dan unsur musikal. Menurutnya, ketika puisi dipadukan dengan musik, pesan yang terkandung di dalamnya dapat menjangkau audiens secara lebih luas dan emosional.

‎“Musikalisasi puisi bukan sekadar memberi iringan pada teks. Ada upaya menerjemahkan makna puisi ke dalam bunyi, ritme, dan suasana sehingga pesan yang ingin disampaikan dapat lebih dekat dengan pendengar,” jelas Rizky.

‎Melalui penyelenggaraan FODIS, UKM SINUSA berharap semangat berkesenian di lingkungan kampus terus tumbuh, sekaligus memperkuat tradisi literasi dan budaya dialog yang kritis, kreatif, serta humanis di kalangan mahasiswa.