HARIAN NEGERI, Jawa Barat - Pemerintah Kota Cimahi bersama Satuan Tugas Percepatan Pelaksanaan Penyelenggaraan Program Makin Bergizi Gratis (MBG) akan melakukan monitoring terhadap 16 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang belum memiliki Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS). Kegiatan ini bertujuan untuk menjamin keamanan dan kualitas pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis.
Monitoring dijadwalkan berlangsung dari 27 hingga 30 April 2026. Kepala Dinas Kesehatan Kota Cimahi, Mulyati, menyatakan bahwa fokus pengawasan akan meliputi aspek higiene sanitasi, alur pengolahan makanan, dan kesiapan sarana pendukung.
"Pengawasan ini merupakan tindak lanjut dari upaya pembinaan yang sebelumnya telah dilakukan kepada para relawan SPPG," ungkap Mulyati pada Rabu (29/4/2026). Sebelumnya, Dinas Kesehatan juga telah melaksanakan penyuluhan keamanan pangan yang diikuti oleh sekitar 800 relawan.
Dalam kegiatan ini, inspeksi kesehatan lingkungan dilakukan bersama perangkat daerah yang tergabung dalam Satgas MBG. Inspeksi akan mencakup enam SPPG yang ada di Kota Cimahi.
Dari total 54 SPPG yang terdata, saat ini 51 unit telah beroperasi, namun baru 35 SPPG yang memiliki SLHS. Sisa unit masih dalam proses penerbitan sertifikat.
Pihak Dinas Kesehatan juga berencana untuk menjadwalkan penyuluhan keamanan pangan bagi relawan yang belum mengikuti pelatihan sebelumnya. "Langkah ini bertujuan agar seluruh petugas memahami prosedur pengolahan makanan yang sehat dan aman," tambahnya.
Pemerintah Kota Cimahi berharap Program Makan Bergizi Gratis dapat berjalan optimal dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, terutama dalam mendukung pemenuhan gizi generasi masa depan. Hal ini sejalan dengan arahan Kementerian Kesehatan untuk melakukan pembinaan dan pengawasan terhadap fasilitas pelayanan pangan di daerah.


Komentar