HARIAN NEGERI - Tim Redaksi Harian Negeri telah melakukan penelusuran fakta mendalam terkait informasi yang beredar luas dengan judul '[PENIPUAN] Video "Prabowo Bagikan Undangan BLT Kesra Melalui Facebook"'. Berdasarkan pantauan kami, isu ini telah memicu beragam tanggapan dari netizen di berbagai platform media sosial.
Hasil Pemeriksaan Fakta
Setelah melakukan kroscek data dan memverifikasi sumber-sumber terkait, kami menemukan adanya ketidaksesuaian antara narasi yang beredar dengan fakta yang ada di lapangan. Tim Redaksi berupaya menyajikan klarifikasi agar masyarakat tidak terjebak dalam informasi yang menyesatkan.
Akun Facebook “Sifa Angelia” pada Selasa (17/2/2026) membagikan video [arsip] dengan narasi: “BAPAK IBU YANG BELUM DAPAT BANSOS JAWAB HADIR AKAN ADA UNDANGAN BLT KESRA” “bapak ibu yang belum dapat bantuan jawab hadir akan ada undangan blt kesra I will share this invitation for ladies and gentlemen who are respon…” Per Senin (23/2/2026) konten tersebut telah mendapat lebih dari 859 tanda suka, menuai 1.800 komentar, dan dibagikan ulang sebanyak 32 kali oleh pengguna Facebook lainnya. Tim Pemeriksa Fakta Tim Redaksi Harian Negeri (Tim Redaksi Harian Negeri) menganalisis video konten menggunakan alat deteksi AI, Hive Moderation. Diketahui, konten merupakan hasil rekayasa kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI), probabilitas atau kemungkinannya mencapai 99,8 persen. Tim Redaksi Harian Negeri lalu memasukkan kata kunci “Prabowo bagikan undangan BLT Kesra melalui Facebook” ke mesin pencarian Google. Sepanjang penelusuran, tidak ditemukan informasi dari sumber kredibel yang membenarkan klaim. Salah Sumber: https://web.facebook.com/reel/904022095940345/?rdid=4DDA2ygsvAK1YxOk&share_url=https%3A%2F%2Fweb.facebook.com%2Fshare%2Fv%2F1EDkefMzHm%2F%3F_rdc%3D1%26_rdr#
Kesimpulan
Berdasarkan seluruh bukti dan data yang dikumpulkan, dapat disimpulkan bahwa informasi tersebut masuk dalam kategori HOAKS / SALAH. Narasi yang dibangun cenderung manipulatif dan tidak didukung oleh bukti otoritatif dari instansi terkait.
Masyarakat diimbau untuk selalu waspada terhadap penyebaran berita palsu atau hoaks. Selalu lakukan verifikasi mandiri dan hanya merujuk pada informasi resmi guna menghindari kerugian akibat disinformasi digital yang marak terjadi.
Rujukan Informasi: Lihat Data Sumber Asli


Komentar