HARIAN NEGERI - Kalimantan Timur, Pengurus Wilayah Pelajar Islam Indonesia (PW PII) Kalimantan Timur sukses menyelenggarakan rangkaian agenda kaderisasi tingkat menengah, yakni Leadership Intermediate Training (LIT) dan Kursus Pendidikan Pemandu dan Mualim (KP2M).
Kegiatan yang berlangsung pada (03-10/03/2026) ini bertempat di Sekretariat Bersama PII Kalimantan Timur, dengan melibatkan delegasi kader terbaik daerah yang terdiri dari tiga peserta asal Paser, dua dari Samarinda, dan satu dari Balikpapan.
Kegiatan ini dirancang sebagai jembatan bagi para kader pasca Leadership Basic Training (LBT) untuk meningkatkan jenjang training mereka serta memperkuat ekosistem kaderisasi di Kalimantan Timur secara berkelanjutan.
Koordinator Tim (Kortim) LIT-KP2M, Muhammad Alwi, menegaskan bahwa secara internal kegiatan ini bertujuan agar para peserta mampu menggerakkan roda kaderisasi di tingkat akar rumput, khususnya pada jenjang Prabatra yang merupakan pintu masuk utama rekrutmen kader.
“Dengan bertambahnya jumlah pemandu ini, diharapkan gerakan kaderisasi di berbagai daerah dapat berjalan lebih masif dan sistematis guna menjaga agar regenerasi organisasi tidak putus. Selain dari sisi internal, output dari LIT ini juga menekankan peran strategis kader di ranah eksternal sebagai problem solver bagi problematika masyarakat pelajar saat ini,” ujar Alwi, Kamis (12/3/2026).
“Para peserta dipersiapkan untuk memberikan pengaruh positif terhadap isu-isu seperti kesehatan mental, penyimpangan perilaku, hingga penurunan moral yang sedang marak dihadapi oleh generasi muda,” tambahnya.
Selama kegiatan, para peserta ditempa dengan kurikulum yang mencakup pengetahuan keislaman seperti akidah, perbandingan mazhab, epistemologi, serta akhlak dan tasawuf agar mereka memiliki landasan berpikir yang kuat dan bijak dalam menyikapi perbedaan yang ada.
Selain itu, mereka juga dibekali oleh materi umum mengenai lingkungan hidup, kesehatan pelajar, serta atribut kepemimpinan seperti manajemen organisasi, leadership, dan teknik komunikasi.
Khusus untuk KP2M, mereka mendapatkan keahlian tambahan dalam menyusun silabus materi, desain pelatihan dasar kepemimpinan, hingga tips dan trik menjadi pemateri yang efektif melalui penugasan wawancara langsung kepada masyarakat mengenai kondisi pelajar hari ini.
Instruktur Lokal, Devendra Hendri, mengamati adanya perubahan signifikan dan antusiasme tinggi dari para peserta selama kegiatan berlangsung.
“Perubahan ini terlihat mulai dari pengerjaan persyaratan yang menantang, di mana peserta yang sebelumnya belum familiar dengan penulisan karya ilmiah kini mampu membuat makalah dan melakukan review buku dan Falsafah Gerakan PII melalui karya video,” ungkap Devendera.
“Selama proses pelatihan, suasana kelas hidup dengan diskusi yang aktif, debat ide, serta pengasahan daya kritis yang tajam. Kedisiplinan juga terjaga melalui penerapan tata tertib kelas yang disepakati bersama serta pelaksanaan ibadah rutin seperti shalat tarawih berjamaah, tadarus, dan hafalan Al-Qur'an,” tutupnya.
Melalui penggemblengan ini, diharapkan para kader kembali ke daerah masing-masing sebagai patron atau teladan yang mampu memberikan kontribusi partisipatif terbaik bagi masyarakat pelajar.

Komentar