HARIAN NEGERI, Jakarta – Manajemen Persijap Jepara resmi menunjuk Mario Lemos sebagai pelatih kepala dan Divaldo Alves sebagai direktur teknik klub untuk menghadapi persaingan di kompetisi Liga Indonesia atau Super League yang tengah bergulir.
Manajer Persijap Jepara, Egat Sacawijaya, mengatakan bahwa penunjukan dua pelatih asal Portugal tersebut merupakan bagian dari strategi jangka panjang klub.
“Penunjukan ini merupakan wujud keseriusan kami dalam membangun Persijap secara berkelanjutan,” ujar Egat dalam keterangan resmi yang dikutip di Jakarta, Selasa.
Ia menjelaskan, keputusan tersebut bukanlah langkah yang bersifat sementara, melainkan bagian dari komposisi strategis yang telah dirancang secara matang oleh manajemen. Langkah ini merupakan kelanjutan dari rencana jangka panjang untuk memperkuat fondasi tim, baik dari sisi teknis, pengembangan pemain, maupun kesinambungan filosofi permainan.
Sebagai pelatih kepala, Mario Lemos akan bertanggung jawab penuh atas persiapan, strategi, serta performa tim di kompetisi. Dengan pengalaman dan pendekatan taktik yang dimilikinya, manajemen berharap Lemos mampu memaksimalkan potensi skuad serta membangun karakter permainan yang kuat, disiplin, dan konsisten.
Sementara itu, dalam perannya sebagai direktur teknik, Divaldo Alves akan fokus pada pengembangan struktur teknis klub secara menyeluruh. Tugas tersebut mencakup sinkronisasi filosofi bermain dari tim utama hingga level pembinaan, guna memastikan kesinambungan visi serta arah pembangunan tim dalam jangka panjang.
Egat menyatakan keyakinannya bahwa Lemos memiliki kapasitas kepemimpinan dan kualitas teknis untuk membawa tim tampil kompetitif di setiap pertandingan. Di sisi lain, Alves dinilai mampu menjaga fondasi teknis klub tetap kuat dan terarah.
“Ini bukan tentang perubahan semata, melainkan tentang kesinambungan dan penguatan struktur yang sudah kami rancang sejak awal,” katanya.
Manajemen Persijap menegaskan komitmennya untuk menjaga klub tetap berada di level tertinggi sepak bola nasional. Klub asal Jepara, Jawa Tengah, itu menargetkan tidak hanya bertahan di kasta tertinggi, tetapi juga tumbuh dengan identitas yang kuat, profesional, dan membanggakan masyarakat.
Dengan struktur yang semakin solid serta pembagian peran yang jelas, Persijap optimistis mampu bersaing secara konsisten dan memperkokoh eksistensinya di kompetisi sepak bola nasional.

Komentar