HARIAN NEGERI - Mengawali langkah di tahun 2026, Presiden Prabowo Subianto mengumpulkan seluruh jajaran Kabinet Merah Putih dalam agenda Taklimat Awal Tahun yang berlangsung di kediamannya, Hambalang, Kabupaten Bogor. Dalam pertemuan strategis tersebut, Kepala Negara menyoroti ketangguhan bangsa Indonesia yang tetap berdiri tegak meski dihantam berbagai ujian berat, termasuk rentetan bencana alam yang melanda sejumlah wilayah di tanah air.

Prabowo menegaskan bahwa dinamika yang terjadi sepanjang tahun 2025 telah menjadi bukti nyata akan kekuatan fundamental Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Menurutnya, kemampuan bangsa dalam melewati masa-masa sulit merupakan pesan kuat bagi seluruh elemen masyarakat, terutama para elit, bahwa Indonesia memiliki fondasi yang kokoh untuk terus melaju di tahun-tahun mendatang.

Di hadapan para menteri dan pimpinan lembaga negara, Presiden menyampaikan apresiasi yang mendalam atas dedikasi mereka selama ini. Sebagai nakhoda yang memegang mandat rakyat, Prabowo mengakui bahwa capaian positif pemerintah tidak mungkin terwujud tanpa kerja keras kolektif dari para pembantu presiden yang ia sebut sebagai elemen kunci dalam mesin pemerintahan.

Namun, ada poin krusial yang ditekankan oleh Prabowo mengenai filosofi kepemimpinan di era sekarang. Ia mendorong jajaran kabinetnya untuk tidak bersikap pasif atau hanya sekadar menjadi pelaksana perintah. Presiden menginginkan para pemimpin lembaga memiliki inisiatif tinggi dan keberanian dalam mengambil keputusan strategis di lapangan demi kepentingan publik.

Bagi Prabowo, seorang pemimpin sejati adalah mereka yang mampu memahami strategi besar dan arah kebijakan nasional secara utuh. Ia menekankan bahwa setiap pejabat harus memiliki ketajaman dalam menerjemahkan petunjuk umum menjadi tindakan nyata, tanpa harus selalu bergantung pada instruksi mendetail dari atasan di setiap langkah yang diambil.