HARIAN NEGERI - Tim Redaksi Harian Negeri telah melakukan penelusuran fakta mendalam terkait informasi yang beredar luas dengan judul '[SALAH] Cek Fakta: Tidak Benar Ini Link Cetak Kupon Program Undian Gebyar BCA'. Berdasarkan pantauan kami, isu ini telah memicu beragam tanggapan dari netizen di berbagai platform media sosial.
Hasil Pemeriksaan Fakta
Setelah melakukan kroscek data dan memverifikasi sumber-sumber terkait, kami menemukan adanya ketidaksesuaian antara narasi yang beredar dengan fakta yang ada di lapangan. Tim Redaksi berupaya menyajikan klarifikasi agar masyarakat tidak terjebak dalam informasi yang menyesatkan.
Tim Redaksi Harian Negeri, Jakarta - Cek Fakta Tim Redaksi Harian Negeri mendapati klaim link cetak kupon program undian Gebyar BCA, informasi tersebut diunggah salah satu akun Facebook, pada 21 Februari 2026. Unggahan link cetak kupon program undian Gebyar BCA, berupa tulisan sebagai berikut. "Khusus Nasabah Bank BCA yang sudah menggunakan BCAmobile, myBCA, KlikBCA, Program undian Gebyar BCA Berlimpah hadiah kini hadir lagi jangan lewatkan Kesempatan memenangkan hadiah menarik di bawah ini. 𝐏𝐞𝐧𝐝𝐚𝐟𝐭𝐚𝐫𝐚𝐧 : 𝐆𝐫𝐚𝐭𝐢𝐬√ 𝐆𝐞𝐛𝐲𝐚𝐫 𝐁𝐂𝐀 𝐁𝐞𝐫𝐥𝐢𝐦𝐩𝐚𝐡 𝐇𝐚𝐝𝐢𝐚𝐡 • 3 Unit Mobil Mercedes benz • 5 Unit Mobil Pajero Sport • 5 Unit Mobil Fortuner • 5 Unit Mobil CR-V Turbo • 10 Unit Mobil Brio • 30 Unit Motor Yamaha Nmax • 40 Unit iPhone 15Promax • 20 Unit Paket Haji & Umroh • Emas & Logam Mulia • Uang Tunai Rp.10juta - Rp.100juta 𝐌𝐚𝐬𝐢𝐡 𝐛𝐚𝐧𝐲𝐚𝐤 𝐥𝐚𝐠𝐢 𝐡𝐚𝐝𝐢𝐚𝐡 𝐦𝐞𝐧𝐚𝐫𝐢𝐤 𝐥𝐚𝐢𝐧𝐧𝐲𝐚.!! #𝐆𝐞𝐛𝐲𝐚𝐫𝐁𝐂𝐀 #𝐁𝐂𝐀𝐦𝐨𝐛𝐢𝐥𝐞 #𝐦𝐲𝐁𝐂𝐀 #𝐊𝐥𝐢𝐤𝐁𝐂𝐀" Dalam unggahan tersebut terdapat menu daftar sekarang, jika diklik akan muncul link berikut. https://kejutanby.pages.dev/bca/login Link tersebut akan mengarah pada halaman situs yang menampilkan formulir digital dengan meminta sejumlah informasi pribadi, seperti nama, isi saldo rekening dan nomor telepon. Benarkah klaim link cetak kupon program undian Gebyar BCA? Simak penelusuran Cek Fakta Tim Redaksi Harian Negeri.
Kesimpulan
Berdasarkan seluruh bukti dan data yang dikumpulkan, dapat disimpulkan bahwa informasi tersebut masuk dalam kategori SALAH. Narasi yang dibangun cenderung manipulatif dan tidak didukung oleh bukti otoritatif dari instansi terkait.
Masyarakat diimbau untuk selalu waspada terhadap penyebaran berita palsu atau hoaks. Selalu lakukan verifikasi mandiri dan hanya merujuk pada informasi resmi guna menghindari kerugian akibat disinformasi digital yang marak terjadi.
Rujukan Informasi: Lihat Data Sumber Asli


Komentar