HARIAN NEGERI - Tim Redaksi Harian Negeri telah melakukan penelusuran fakta mendalam terkait informasi yang beredar luas dengan judul '[SALAH] Cek Fakta: Tidak Benar Link Pendaftaran Bantuan Bibit Ikan Via Telegram'. Berdasarkan pantauan kami, isu ini telah memicu beragam tanggapan dari netizen di berbagai platform media sosial.

Hasil Pemeriksaan Fakta

Setelah melakukan kroscek data dan memverifikasi sumber-sumber terkait, kami menemukan adanya ketidaksesuaian antara narasi yang beredar dengan fakta yang ada di lapangan. Tim Redaksi berupaya menyajikan klarifikasi agar masyarakat tidak terjebak dalam informasi yang menyesatkan.

Tim Redaksi Harian Negeri, Jakarta - Cek Fakta Tim Redaksi Harian Negeri mendapati klaim link pendaftaran untuk mendapatkan bantuan bibit ikan via Telegram. Postingan itu beredar di salah satu akun Facebook pada 11 Februari 2026. Berikut isi unggahannya: "Dengan ini kami informasikan bahwa Program Bantuan Bibit Ikan telah resmi dibuka. Silakan melakukan pendaftaran melalui link yang disediakan untuk mendapatkan bantuan bibit. - PENDAFTARAN INI GRATIS - ⁠DAFTAR MENGGUNAKAN NOMOR TELEGRAM - ⁠TUNGGU PROSES SELAMA 2 HARI" Unggahan menyertakan poster yang berisi tulisan sebagai berikut: "BANTUAN BIBIT IKAN RESMI BAGI YANG MEMBUTUHKAN SEMUA JENIS BIBIT IKAN DAFTAR DIRI ANDA" Unggahan disertai menu daftar. Saat menu tersebut diklik, mengarah pada halaman situs dengan tampilan formulir digital yang meminta identitas pribadi seperti nama sesuai KTP hingga nomor Telegram aktif. Lalu benarkah klaim link pendaftaran untuk mendapatkan bantuan bibit ikan via Telegram? Simak penelusuran Cek Fakta Tim Redaksi Harian Negeri.

Kesimpulan

Berdasarkan seluruh bukti dan data yang dikumpulkan, dapat disimpulkan bahwa informasi tersebut masuk dalam kategori SALAH. Narasi yang dibangun cenderung manipulatif dan tidak didukung oleh bukti otoritatif dari instansi terkait.

Masyarakat diimbau untuk selalu waspada terhadap penyebaran berita palsu atau hoaks. Selalu lakukan verifikasi mandiri dan hanya merujuk pada informasi resmi guna menghindari kerugian akibat disinformasi digital yang marak terjadi.


Rujukan Informasi: Lihat Data Sumber Asli