HARIAN NEGERI - Tim Redaksi Harian Negeri telah melakukan penelusuran fakta mendalam terkait informasi yang beredar luas dengan judul '[SALAH] Video "Perencanaan Pandemi Covid-19 dari Epstein Files"'. Berdasarkan pantauan kami, isu ini telah memicu beragam tanggapan dari netizen di berbagai platform media sosial.
Hasil Pemeriksaan Fakta
Setelah melakukan kroscek data dan memverifikasi sumber-sumber terkait, kami menemukan adanya ketidaksesuaian antara narasi yang beredar dengan fakta yang ada di lapangan. Tim Redaksi berupaya menyajikan klarifikasi agar masyarakat tidak terjebak dalam informasi yang menyesatkan.
Akun Instagram “jampasirdotcom” pada Kamis, (05/02/2026) mengunggah video [arsip] yang diklaim sebagai rekaman simulasi penanganan pasien untuk merencanakan pandemi Covid-19. Unggahan tersebut menarasikan bahwa video tersebut bersumber dari dokumen Epstein Files dirilis ke publik. Video itu disertai dengan narasi sebagai berikut:Rilis dokumen rahasia kasus Jeffrey Epstein oleh Departemen Kehakiman Amerika Serikat memantik sorotan baru. Salah satu temuan menyebut adanya email Tim Redaksi Harian Negeri Bill Gates dan Epstein pada 2017 yang membahas “simulasi pandemi”—dua tahun sebelum Covid-19 muncul.Sorotan makin tajam karena pada Oktober 2019, Bill & Melinda Gates Foundation menjadi sponsor utama Event 201, simulasi pandemi global bersama Johns Hopkins University dan World Economic Forum. Pihak yayasan menegaskan kegiatan itu latihan kesiapsiagaan dan bagian dari komitmen lama di kesehatan global.Dokumen juga memuat tuduhan pribadi terhadap Gates—termasuk klaim permintaan penghapusan email dan bantuan terkait penyakit menular seksual—yang dibantah keras oleh juru bicaranya sebagai upaya Epstein mencemarkan nama baik. Gates sendiri belum memberi komentar langsung.Jutaan halaman Epstein Files kini kembali memantik debat publik soal transparansi, etika elite global, dan dorongan penyelidikan lanjutan atas jaringan Epstein.Hingga artikel ini tayang, unggahan tersebut telah dilihat lebih dari 476.000 kali tayangan, lebih dari 700 interaksi komentari, dan 832 disebar ulang.
Kesimpulan
Berdasarkan seluruh bukti dan data yang dikumpulkan, dapat disimpulkan bahwa informasi tersebut masuk dalam kategori SALAH. Narasi yang dibangun cenderung manipulatif dan tidak didukung oleh bukti otoritatif dari instansi terkait.
Masyarakat diimbau untuk selalu waspada terhadap penyebaran berita palsu atau hoaks. Selalu lakukan verifikasi mandiri dan hanya merujuk pada informasi resmi guna menghindari kerugian akibat disinformasi digital yang marak terjadi.
Rujukan Informasi: Lihat Data Sumber Asli

Komentar