HARIAN NEGERI - Presiden Prabowo Subianto mengawali tahun 2026 dengan langkah tegas melalui agenda 'Taklimat Awal Tahun' bersama seluruh jajaran Kabinet Merah Putih. Bertempat di kediaman pribadinya di Hambalang, Bogor, Selasa (6/1), Presiden memimpin langsung evaluasi mendalam terhadap berbagai program prioritas yang menjadi tulang punggung pemerintahannya. Pertemuan ini bukan sekadar seremoni, melainkan forum strategis untuk memastikan setiap menteri tetap berada pada jalur yang benar demi kepentingan rakyat.

Menteri Sekretaris Negara, Prasetyo Hadi, mengungkapkan bahwa salah satu fokus utama dalam pertemuan tersebut adalah percepatan infrastruktur kerakyatan, khususnya jembatan gantung. Presiden memberikan perhatian khusus pada akses pendidikan bagi anak-anak di pelosok. Hingga saat ini, 11 jembatan telah rampung dan 50 lainnya sedang dalam pengerjaan. Namun, tantangan besar masih menanti karena pemerintah mengidentifikasi sekitar 6.900 jembatan gantung kategori mendesak yang harus segera ditangani sepanjang tahun ini.

Sektor kesejahteraan sosial juga menjadi sorotan tajam, terutama program Makan Bergizi Gratis (MBG). Data terbaru menunjukkan program ini telah menjangkau 55 juta penerima manfaat melalui 19 ribu Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Ambisi besar dicanangkan untuk tahun 2026, di mana pemerintah menargetkan jangkauan meluas hingga 82,9 juta jiwa dengan dukungan 35 ribu SPPG di seluruh penjuru tanah air.

Tak hanya soal pangan, capaian di sektor kesehatan juga dipaparkan secara transparan. Sepanjang tahun 2025, layanan cek kesehatan gratis tercatat telah melayani 70 juta warga negara. Dalam suasana diskusi yang terbuka di Hambalang, para menteri melaporkan langsung kendala lapangan yang mereka hadapi. Presiden Prabowo pun merespons dengan memberikan solusi instan dan arahan teknis agar hambatan birokrasi tidak menghambat realisasi program di masyarakat.

Melalui taklimat ini, Presiden Prabowo kembali membakar semangat para pembantunya di kabinet untuk bekerja dengan dedikasi penuh. Ia menekankan pentingnya kolaborasi antar-lembaga agar target-target ambisius di tahun 2026 dapat tercapai tepat waktu. Pertemuan ini menegaskan komitmen Kabinet Merah Putih untuk terus bergerak cepat dalam mengeksekusi kebijakan yang berdampak langsung pada kualitas hidup masyarakat Indonesia.