HARIAN NEGERI - Presiden Prabowo Subianto mengawali tahun 2026 dengan penuh optimisme saat memberikan Taklimat Awal Tahun di kediaman pribadinya, Hambalang, Bogor. Di hadapan jajaran Kabinet Merah Putih, Kepala Negara menegaskan bahwa fondasi transformasi bangsa yang diletakkan selama setahun terakhir telah menunjukkan hasil yang signifikan. Menurutnya, keberhasilan ini bukanlah kebetulan, melainkan buah dari strategi matang yang telah dikaji selama puluhan tahun sebelum ia menjabat.

Dalam arahannya, Presiden menekankan bahwa setiap langkah kebijakan pemerintah didasarkan pada cetak biru yang terukur dan tertulis secara sistematis. Ia meyakini bahwa untuk membawa Indonesia keluar dari bayang-bayang ketergantungan asing, diperlukan keberanian untuk mengeksekusi strategi transformasi yang berbasis pada data dan kajian jangka panjang. Hal ini menjadi kunci utama dalam menjaga stabilitas nasional di tengah ketidakpastian global yang kian dinamis.

Salah satu poin krusial yang disoroti Prabowo adalah urgensi swasembada pangan sebagai pilar kedaulatan negara. Ia menegaskan bahwa kemerdekaan sejati sebuah bangsa dipertaruhkan pada kemampuannya memberi makan rakyatnya sendiri tanpa harus mengandalkan impor. Fokus pemerintah tidak hanya terbatas pada pemenuhan karbohidrat seperti beras, tetapi juga mencakup kecukupan protein bagi seluruh lapisan masyarakat agar Indonesia benar-benar mandiri secara gizi.

Selain pangan, sektor energi juga menjadi perhatian serius dalam taklimat tersebut. Presiden mengingatkan bahwa kemakmuran mustahil tercapai jika Indonesia terus bergantung pada pasokan energi dari luar negeri. Belajar dari pengalaman pahit pandemi COVID-19 dan konflik geopolitik dunia yang seringkali mengganggu rantai pasok global, Prabowo menginstruksikan kabinetnya untuk mempercepat langkah menuju kemandirian energi demi memutus rantai kemiskinan secara permanen.

Sebagai penutup yang menggembirakan, Presiden mengumumkan bahwa Indonesia berhasil mencapai swasembada beras jauh lebih cepat dari target empat tahun yang dicanangkan sebelumnya. Saat ini, cadangan beras di gudang pemerintah telah menembus angka 3 juta ton, sebuah rekor tertinggi sepanjang sejarah Republik Indonesia. Capaian monumental ini disebutnya sebagai bukti nyata kerja keras kolektif seluruh elemen pemerintahan dalam menjaga ketahanan pangan nasional di tengah tantangan zaman.