HARIAN NEGERI - Presiden Prabowo Subianto mengawali kalender kerja tahun 2026 dengan mengumpulkan seluruh jajaran Kabinet Merah Putih di kediaman pribadinya, Padepokan Garuda Yaksa, Hambalang, Kabupaten Bogor. Pertemuan yang dikemas dalam Taklimat Awal Tahun ini menjadi momentum krusial bagi pemerintah untuk menyelaraskan visi dan memperkuat koordinasi di tengah tantangan global yang semakin kompleks.
Dalam arahannya, Kepala Negara menegaskan bahwa forum ini bukan sekadar rutinitas birokrasi, melainkan ruang strategis untuk membedah rapor kinerja sepanjang tahun 2025. Prabowo menginginkan adanya pemahaman yang mendalam dan seragam di antara para menterinya mengenai posisi Indonesia saat ini, terutama dalam menghadapi dinamika geopolitik dan ekonomi dunia yang tidak menentu.
Presiden menekankan bahwa evaluasi menyeluruh terhadap capaian tahun lalu adalah fondasi utama untuk melangkah lebih jauh. Ia meminta setiap kementerian dan lembaga tidak hanya terjebak pada laporan administratif, tetapi benar-benar memahami realitas kondisi bangsa agar kebijakan yang diambil tepat sasaran dan mampu menjawab kebutuhan masyarakat luas.
Memasuki tahun 2026, Prabowo menginstruksikan jajarannya untuk beralih dari sekadar perencanaan menuju langkah-langkah konkret. Ia menetapkan sasaran-sasaran prioritas yang harus dicapai dengan indikator keberhasilan yang jelas. Fokus utama pemerintah tahun ini adalah memastikan setiap program kerja memiliki dampak langsung dan nyata bagi kesejahteraan rakyat di seluruh pelosok negeri.
Sebagai bukti komitmen kerja nyata, agenda taklimat tersebut dibuka dengan pemaparan progres Satuan Tugas (Satgas) Jembatan yang telah bergerak cepat sejak minggu pertama Januari. Satgas ini menjadi representasi gerak lincah pemerintah dalam membenahi infrastruktur konektivitas, baik di wilayah terdampak bencana maupun daerah terpencil, guna memastikan denyut ekonomi tetap terjaga di seluruh wilayah Indonesia.

Komentar