HARIAN NEGERI, Jakarta - Fadli Zon menerima pengurus Dewan Pimpinan Pusat Gerakan Masyarakat Sanathana Dharma Nusantara (Gema Sadhana) di kantor Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia, Jakarta, Senin (23/2/2026).

Dalam pertemuan tersebut, Fadli menegaskan bahwa pemajuan kebudayaan tidak boleh berhenti pada kegiatan seremonial, melainkan harus menjadi kerja bersama yang dampaknya nyata dan terukur.

Salah satu agenda yang disampaikan Gema Sadhana adalah pelatihan 1.000 penari bertajuk “Genjring Party” yang melibatkan seribu sanggar tari di Jabodetabek. Kegiatan tersebut dijadwalkan berlangsung pada 28 Februari 2026 di Kuil Murugan atau Shri Sanathana Dharma Aalayam.

Fadli menegaskan bahwa mandat negara dalam bidang kebudayaan sudah jelas, namun pelaksanaannya tidak dapat sepenuhnya dibebankan kepada pemerintah. Ia menekankan pentingnya keterlibatan masyarakat sebagai aktor utama dalam pemajuan budaya nasional.

Dari sisi kementerian, Yayuk Sri Budi Rahayu selaku Direktur Pemberdayaan Nilai Budaya dan Fasilitasi Kekayaan Intelektual menegaskan bahwa pelestarian hingga pewarisan budaya merupakan tanggung jawab bersama. Pemerintah, menurutnya, hanya salah satu simpul, sementara masyarakat menjadi penggerak utama.

Gema Sadhana sendiri berdiri sejak 2011 dan menyatakan konsisten memperjuangkan hak serta aspirasi umat Hindu, Buddha, Konghucu, dan para penghayat Kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa. Organisasi ini juga aktif memperkuat nilai kebangsaan dalam keberagaman melalui berbagai aktivitas kebudayaan.

Ketua Umum DPP Gema Sadhana, A.S. Kobalen, menyampaikan bahwa pelatihan “Genjring Party” diarahkan untuk mendorong regenerasi penari sekaligus memperkuat keberlanjutan sanggar-sanggar seni. Ia menekankan pentingnya pembinaan berkelanjutan agar sanggar tidak berjalan sendiri dan tetap lestari.

Sementara itu, perwakilan pimpinan sanggar, Ratu, menyebut antusiasme peserta sangat tinggi. Menurutnya, pelatihan tersebut bukan sekadar ajang pertunjukan, tetapi juga bentuk apresiasi terhadap karya seni sekaligus dorongan regenerasi, termasuk bagi para pencipta musik yang terlibat.

Menutup diskusi, Fadli berharap aktivasi ekspresi budaya semakin meluas mulai dari seni rupa, seni tari, hingga seni pertunjukan dan tidak berhenti sebagai agenda musiman, melainkan menjadi gerakan berkelanjutan dalam kehidupan masyarakat.