HARIAN NEGERI - Gorontalo, (4/6/2026), Program Studi Perencanaan Wilayah Universitas Bina Taruna Gorontalo (UNBITA) kembali menunjukkan komitmen nyata dalam memberikan kontribusi bagi pembangunan daerah. Salah satu mahasiswa perencanaan wilayah UNBITA Agung Djaba, memaparkan hasil penelitiannya langsung di hadapan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Gorontalo.

Riset yang dipaparkan tersebut berjudul “Analisis Kerentanan Penduduk pada Daerah Rawan Banjir di Kecamatan Dumbo Raya Kota Gorontalo”. Langkah mempresentasikan hasil penelitian ke instansi pemerintah ini diambil sebagai bentuk hilirisasi produk akademis kampus, agar formula tata ruang dan rekomendasi mitigasi yang dihasilkan tidak sekadar menjadi dokumen usang di rak perpustakaan, melainkan menjadi solusi konkret bagi kebijakan daerah yang tangguh bencana.

Kecamatan Dumbo Raya dipilih sebagai lokus penelitian karena kerentanan wilayahnya yang kerap menghadapi ancaman banjir, sehingga memerlukan pendekatan penataan ruang berbasis karakteristik dan kapasitas penduduk setempat.

Agung Djaba dalam kesimpulannya mengatakan bahwa kelurahan yang masuk dalam administrasi kecamatan Dumbo Raya yang memiliki luasan  kerawanan sangat tinggi yaitu kelurahan bugis (24.89 Ha), kelurahan talumolo (42.42 Ha) , dan kelurahan botu (50.72 Ha). Sedangkan untuk masyarakat rentan di kecamatan Dumbo Raya yaitu di antaranya, Kelompok cacat, Kelompok usia >60 tahun, Dan kelompok usia 1-10 tahun. Hal ini di dasari dari hasil analisis Triangulasi dan analisis AHP, pada hasil kuisioner dan wawancara kepada, Pemerintah, Masyarakat dan Akademisi/praktisi.

IMG-20260604-WA0053
 

Sinergi antara dunia akademik dan Instansi Pemerintah ini tidak lepas dari bimbingan intensif dari dosen pembimbing, Menurut Ir. Bambang Djau, S.T.,M.T. Selaku Dosen Pembimbing menilai bahwa data spasial, data sekunder dan beberapa analisis seperti NDVI, GIS, Triangulasi dan AHP yang dilakukan oleh mahasiswanya telah memenuhi standar metodologi yang valid dan siap diimplementasikan. 

“Analisis yang digunakan mahasiswa saya tidak hanya 1 tetapi 4 alat analisis  dengan tujuan untuk menguji validitas data dan alat ukurnya, sehingga layak dan siap di presentasikan ke BPBD, dengan demikian semoga pemaparan seperti ini bisa terus dilakukan guna mendukung pengambilan kebijakan, tanggung jawab akademik terhadap daerah, serta menjadi momen untuk evaluasi pengembangan penelitian kedepannya,” ujar Bambang.

Di sisi lain, Ketua Program Studi Perencanaan Wilayah UNBITA, Dewi Sartika T. Zees, S.Pd.M.Si. menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari implementasi tri darma perguruan tinggi khususnya dalam hilirisasi hasil penelitian kepada masyarakat dan pemerintah. 

Menurutnya, di samping itu kegiatan ini memberikan dampak positif dari sisi akreditasi dengan menunjukkan adanya keterlibatan pemangku kepentingan dalam proses pendidikan serta komitmen bahwa Program studi Perencanaan Wilayah tidak hanya menghasilkan lulusan tetapi juga karya ilmiah yang relevan dan bermanfaat. 

“kami dari prodi perencanaan wilayah akan mendorong mahasiswa untuk tidak hanya menyelesaikan skripsi sebagai syarat akademik tetapi juga nantinya akan mewajibkan mendesiminasikan hasil penelitian ke instansi yang relevan dengan demikian penelitian mahasiswa dapat memberikan kontribusi nyata terhadap penyelesaian berbagai permasalahan pembangunan wilayah dan lingkungan,” tegas Dewi.

Kegiatan ini pun disambut hangat oleh pihak BPBD Kota Gorontalo. Melalui perwakilannya di Bidang Kedaruratan dan Logistik yaitu Mulyono Mardjun S.T, M.AP. selaku Analis kebencanaan. 

“Terimakasih kami ucapkan kepada Pihak UNBITA karena telah mempercayakan kami BPBD Kota Gorontalo sebagai lokus dalam memaparkan hasil penelitian mahasiswa, serta kami sangat terbuka untuk hal seperti ini dan kepada mahasiswa terimakasih telah berkontribusi dalam penelitiannya dan kami menerima semua masukan yang telah dipaparkan,” ucap Mulyono

Diketahui bahwa, tantangan dalam penelitian ini berada pada Keterbatasan data demografi dalam mencari hasil kelompok rentan. Namun di balik itu rasa bahagia tak dapat tersembunyi dari Agung karena telah memaparkan hasil penelitiannya langsung kepada BPBD. 

"Senang, karena hasil penelitian saya telah di paparkan langsung di instansi terkait (BPBD),dan saya senang karena telah menerima masukan dari instansi tersebut tentang hasil penelitian saya" Tutup Agung.

Akhirnya Pertemuan ini diharapkan menjadi pemantik bagi kolaborasi-kolaborasi lanjutan antara UNBITA Gorontalo dan Pemerintah Kota Gorontalo. Melalui integrasi ilmu perencanaan wilayah dan kebijakan penanggulangan bencana, perwujudan ruang kota yang aman, produktif, dan berkelanjutan di Kota Gorontalo bukan lagi sekadar wacana.