HARIAN NEGERI, Jakarta - Pelatih anyar Tim Nasional Indonesia, John Herdman, mengungkapkan tekadnya untuk mempelajari budaya Indonesia sebagai langkah penting untuk menyatu dengan Skuad Garuda. Menurut Herdman, pemahaman budaya menjadi kunci dalam membangun chemistry yang kuat, baik dengan para pemain maupun suporter.

John Herdman resmi diumumkan oleh PSSI sebagai pelatih Timnas Indonesia pada Sabtu (3/1/2026). Pelatih asal Inggris tersebut dikabarkan menandatangani kontrak berdurasi dua musim dengan opsi perpanjangan dua tahun. Ia menggantikan Patrick Kluivert yang diberhentikan pada pertengahan Oktober 2025, tak lama setelah Timnas Indonesia gagal melaju ke Piala Dunia 2026.

Herdman menegaskan tidak akan bermain-main dengan tanggung jawab barunya. Ia menyadari bahwa jabatan pelatih Timnas Indonesia membawa beban besar, mengingat tim nasional merupakan kebanggaan hampir 280 juta rakyat Indonesia.

Oleh karena itu, Herdman menilai pentingnya memahami budaya lokal untuk menciptakan hubungan yang kuat dan saling percaya.

“Menurut saya, itu jelas merupakan bagian penting dari mempelajari budaya, yaitu sepenuhnya terlibat di dalamnya,” ujar Herdman seperti dilansir The Canadian Press News, Minggu (4/1/2026).
“Anda benar-benar harus memahami orang-orang dan adat istiadatnya untuk menciptakan hubungan tersebut,” tambahnya.

Tantangan besar sudah menanti Herdman bersama Timnas Indonesia. Pada 2026, Skuad Garuda dijadwalkan tampil pada ajang FIFA Series yang akan digelar di Stadion Utama Gelora Bung Karno pada FIFA Matchday 23–31 Maret 2026.

Selain itu, Timnas Indonesia juga akan menjalani rangkaian FIFA Matchday lainnya pada Juni, September, Oktober, dan November 2026, serta tampil di Piala AFF 2026 yang dijadwalkan mulai bergulir pada 25 Juli 2026.

Sebelum memulai agenda padat tersebut, John Herdman dijadwalkan akan diperkenalkan secara resmi kepada publik Indonesia pada 12 Januari 2026.