HARIAN NEGERI, Jakarta - Jonatan yang berstatus unggulan keempat harus mengakhiri langkahnya di Axiata Arena, Kuala Lumpur, Sabtu, setelah kalah dua gim langsung 16–21, 16–21 dari Kunlavut.

“Pertama, bersyukur dulu, puji Tuhan tidak ada cedera. Saya harus akui hari ini Kunlavut bermain lebih sabar dan lebih tenang,” kata Jonatan dalam keterangan resmi PP PBSI seusai pertandingan.

Baca Juga:
Universitas Gadjah Mada

Pebulu tangkis berusia 28 tahun itu menilai dirinya kerap kehilangan momentum, terutama setelah memenangi reli-reli panjang, namun justru memberikan poin dengan mudah pada kesempatan berikutnya.

“Beberapa kali reli panjang sudah bisa saya menangkan, tapi poin berikutnya saya malah gampang memberi poin ke dia dengan sangat cepat. Itu yang cukup jelas dan jadi pekerjaan rumah untuk saya,” ujarnya.

Kekalahan ini menjadi yang kedua secara beruntun bagi Jonatan dari Kunlavut setelah sebelumnya juga takluk pada ajang BWF World Tour Finals 2025 dengan skor 10–21, 14–21. Meski demikian, Jonatan masih unggul tipis dalam rekor pertemuan dengan delapan kemenangan berbanding tujuh milik Kunlavut.

Meski gagal melaju ke final, Jonatan menilai penampilannya sepanjang turnamen tetap memberikan modal positif untuk menghadapi turnamen-turnamen berikutnya.

“Secara keseluruhan sejauh ini cukup baik. Saya tahu di mana kesalahannya, saya tahu di mana saya salah bermain dan bagaimana seharusnya bermain,” kata Jonatan.

Ia menambahkan, pencapaian hingga babak semifinal menjadi tambahan motivasi sekaligus meningkatkan kepercayaan diri untuk terus memperbaiki performa.

“Sampai semifinal cukup oke, ini jadi tambahan motivasi dan percaya diri. Semoga ke depan saya bisa bermain jauh lebih baik lagi dan pekerjaan rumah yang perlu dikerjakan bisa cepat teratasi,” ujarnya.

Sementara itu, harapan Indonesia di Malaysia Open 2026 kini bertumpu pada sektor ganda putra melalui pasangan Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri yang dijadwalkan menghadapi wakil tuan rumah Malaysia, Aaron Chia/Soh Wooi Yik.